Hukum dan Kriminalitas

Terekam CCTV, Komplotan Jambret di Puluhan TKP Diringkus Polisi

INDONESIAONLINE – Usai sudah upaya pelarian yang dilakukan Andy Setiawan (20) dan Tino Ryan Aris Sandi (25) untuk menghindari kejaran polisi. Setelah sempat berstatus buron selama satu bulan, kedua tersangka akhirnya berhasil diringkus  anggota Unit Reskrim Polsek Dau. 

Kedua pemuda yang kesehariannya bekerja sebagai buruh bangunan ini, diamankan petugas lantaran terbukti melancarkan aksi pencurian bermotif jambret.

”Indentitas pelaku terungkap setelah polisi mencoba mendalami rekaman CCTV (Closed Circuit Television). Dari hasil rekaman yang ada disekitar lokasi kejadian, pelaku penjambretan mengarah kepada kedua tersangka yang kemudian kami amankan,” terang Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, Minggu (12/1/2020).

Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, aksi penjambretan ini terjadi di pinggir Jalan Raya Semanding, Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang pada Minggu (24/11/2019) lalu. Sedangkan korbannya bernama Nindita Putri Nofitasari warga Dusun Parenan, Desa Setono, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi.

Ceritanya, sekitar pukul 12.30 korban yang diketahui berprofesi sebagai seorang guru tersebut, melintas di sekitar tempat kostnya yang beralamat di Jalan Blimbing, Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Setibanya di lokasi kejadian, wanita 27 tahun itu tiba-tiba dihadang oleh dua orang pria yang tidak dikenalnya. Saat itu kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor matic tersebut, langsung merampas handphone (HP) yang ada digenggaman tangan korban.

Sesaat setelah melancarkan aksinya, kedua pelaku seketika bergegas meninggalkan korban. Kejadian inipun akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian. Di hadapan petugas, Nindita mengaku jika dirinya baru saja menjadi korban penjambretan.

 

Mendapat laporan, anggota Unit Reskrim Polsek Dau dikerahkan untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya, saat menelusuri rekaman CCTV, polisi menduga jika salah satu pelakunya bernama Andy Setiawan warga Dusun Krajan, Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

”Tersangka Andy ini diringkus petugas saat yang bersangkutan bersembunyi di tempat kostnya, yakni di wilayah Dusun Ngambon, Desa Girimoyo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang,” sambung Ainun.

Dari tersangka Andy yang diamankan polisi pada Jumat (10/1/2020) siang. Petugas yang saat itu melakukan pengembangan, akhirnya mendapat informasi jika salah satu pelaku lainnya yang turut beraksi dengan tersangka Andy adalah Tino Ryan Aris Sandi warga Desa Gadukan, Kecamatan Morokrembangan, Kota Surabaya.

”Tersangka Tino saat ini masih menjalani proses penyidikan di Polsek Gubeng Polrestabes Surabaya. Tersangka diamankan di sana (Polsek Gubeng) karena terlibat kasus 372 KUHP (tindak pidana Penipuan),” ungkap Ainun.

Dari tangan tersangka, polisi juga menyita berbagai barang bukti. Di antaranya satu unit sepeda motor Vario nopol N-6233-EV dan pakaian yang dikenakan pelaku saat melancarkan aksi penjambretan di wilayah hukum Polsek Dau.

”Terhadap tersangka kami jerat dengan pasal 363 KUHP subsider pasal 363 KUHP, tentang tindak pidana pencurian dengan modus penjambretan,” tegas Ainun yang juga pernah menjabat sebagai Kasat Binmas Polres Malang ini.

Hingga berita ini ditulis, Polsek Dau yang menangani kasus ini masih terus melakukan pendalaman. Dari hasil penyidikan sementara, diduga kuat pelaku sudah sering melancarkan aksi pencurian di beberapa lokasi selain di wilayah hukum Polres Malang.

”Berdasarkan pengakuan tersangka, komplotan ini sudah sering kali melancarkan aksi penjambretan. Total ada sekitar 20 kejadian,” ujar Ainun.

Lantaran sering melancarkan aksi pencurian itulah, membuat beberapa korban sempat membagikan kisahnya di media sosial (medsos) dan mendapat tanggapan dari warganet. Bahkan ada beberapa anggota grub facebook yang sempat membuktikan jika dua buruh bangunan yang marak melakukan penjambretan tersebut, satu diantaranya juga sudah ditahan oleh anggota kepolisian Polsek Gubeng lataran kasus penipuan.

 

”Dari hasil penyidikan, 20 aksi penjambretan yang dilakukan komplotan ini kebanyakan terjadi di wilayah Hukum Polresta Malang Kota. Yakni sebanyak 15 kali. Sedangkan sisanya terjadi di wilayah hukum Polres Batu sebanyak 4 kali, dan sekali kejadian di wilayah hukum Polres Malang,” tutup Ainun.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close