Ekonomi

Hanya Sepekan, Harga Cabai Meroket Tinggi

INDONESIAONLINE – Sejumlah harga kebutuhan bahan pokok di awal tahun 2020 yang sempat menurun, kini kembali meroket. Komoditas yang mendominasi cukup tinggi adalah cabai rawit dan cabai besar.

Seperti yang dirasakan pedagang di Pasar Besar Kota Malang. Pekan lalu cabai besar dan cabai rawit sudah menurun di angka Rp 40-Rp 50 ribu per kg. Namun, hal itu hanya bertahan sepekan saja. Karena, harga cabai mulai kembali meroket mencapai Rp 60 ribu per kg.

Salah satu pedagang, Suhema menyatakan kenaikan harga tinggi terjadi di beberapa komoditas. Mulai dari cabe rawit, cabe besar, telur, gula pasir, dan minyak goreng. 

“Naiknya banyak, hari ini lombok rawit itu Rp 60 ribu per kilo. Sebelumnya itu Rp 40 ribu, jadi satu pekan terakhir ini naiknya Rp 20 ribu. Cabai merah besar juga naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 60 ribu per kg,” ungkapnya, Senin (13/1).

Ia menjelaskan, pasokan cabai juga menurun. Lantaran memasuki musim penghujan. Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab meroketnya kembali harga cabai. “Cabe rawit itu kan sekarang hujan-hujan terus jadi barangnya itu kurang bagus, pemasokannya jadi sedikit,” imbuhnya.

Sementara itu, komoditi lainnya seperti gula pasir yang sebelumnya Rp 12 ribu menjadi Rp 14 ribu per kg. Kemudian telur ayam, yang semula Rp 21 ribu menjadi Rp 24 ribu per kg.

Sedangkan, bawang merah saat ini Rp 30 ribu per kg dari yang sebelumnya Rp 20 ribu per kg. Bawang putih, juga naik menjadi Rp 30 ribu dari semula Rp 25 ribu per kg. “Bawang merah itu sekarang gagal panen, kemarin juga sempat kemarau panjang. Jadi stok nya habis,” jelasnya.

Meski tak berpengaruh pada jumlah konsumen, namun penjualan dikatakannya menurun. Karena, harga naik menjadikan konsumen mengurangi jumlah pembeliannya.

“Kalau konsumen menurun enggak, karena pelanggan tetap ya datangnya ke sini terus. Cuma ya pembeliannya berkurang, karena mahal,” pungkasnya.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close