Hukum dan Kriminalitas

Masyarakat Harus Paham, Alihkan Kendaraan Berstatus Kredit Bisa Dipidana

INDONESIAONLINE – Masyarakat harus lebih berhati-hati lagi ketika membeli atau menggadai kendaraan. Sebab, jika sembarangan membeli menggadai kendaraan, kemudian diketahui kendaraan tersebut merupakan kendaraan yang masih berstatus kredit, maka salah-salah anda bisa dipenjara.

Pasalnya pihak leasing atau lembaga pembiayaan tersebut bisa saja melaporkan debitur kepada pihak kepolisian karena telah melanggar pasal 35 dan 36 Undang-undang (UU) 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, karena mereka telah menggadaikan kendaraan tanpa izin pihak leasing.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Yunar Hotma, menjelaskan, jika pengalihan kendaraan atau oper kredit kendaraan berstatus kredit memang tidak diperbolehkan jika tanpa sepengetahuan pihak leasing.

“Bagi kreditur bisa dikenakan pasal 378 penipuan, tentunya dengan konsekuensi ancaman pidana  empat tahun penjara,” ungkapnya saat ditemui MalangTIMES di ruangannya (13/1/2020).

Sementara, bagi penerima kendaraan yang berstatus kredit tersebut, dijelaskannya jika yang bersangkutan tetap bisa terjerat pasal penggelapan, meskipun ia tidak mengetahui jika kendaraan tersebut merupakan kendaraan kredit.

Karenanya, masyarakat diharapkan untuk tidak sembarangan dalam membeli kendaraan yang kelengkapan suratnya ataupun statusnya tidak jelas agar nantinya tak menyesal.

“Untuk penerima ini juga bisa kena, bisa dijerat pasal 480 tentang panadahan barang hasil kejahatan. Ancamannya empat tahun,” bebernya.

Sedangkan untuk para debitur, tentunya harus mengetahui hal ini. Sebab, jangan sampai karena ketidaktahuannya, kemudian terdesak kebutuhan justru debitur memindahtangankan kendaraan kredit tersebut, yang kemudian malah berujung jeratan hukum.
 

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close