Tekno

#NetflixTidakAman Trending, Ada Apa (Lagi) dengan Netflix?

INDONESIAONLINE – Dalam beberapa pekan terakhir, Netflix kerap menduduki deretan trending topic di Indonesia. Sebelumnya warganet heboh lantaran Netflix diblokir oleh Telkom dan Telkomsel. Setelahnya, Netflix kembali dibahas lantaran teken kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Bahkan, warganet sempat membanding-bandingkan kontrasnya sikap Kemendikbud dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terhadap Netflix.

Nah, saat ini kembali lagi Netflix menjadi topik pembahasan warganet. #NetflixTidakAman masih bertengger di deretan trending topic Indonesia hingga saat ini. Sejumlah 14,4 ribu tweet menggunakan tagar tersebut.

Lantas, mengapa Netflix disebut tidak aman? Cukup lama menelusuri cuitan-cuitan yang mengungkap alasan mengapa Netflix tidak aman. Kebanyakan warganet bahkan bingung mengapa tagar tersebut muncul.

“Tagar #NetflixTidakAman menjadi trending topik saat ini, tapi saya tidak menemukan tweet yang membahas alasan mengapa Netflix dikatakan tidak aman, yang ada malah giveaway gak jelas ini,” ujar @anunemouse.

“#NetflixTidakAman ini apaan sik. Siapapun di belakang ini, percayalah bahwa campaign ini justru menguntungkan Netflix. Brand awareness naik, dan ini membuka kesempatan acquisition,” ucap penulis buku Filosofi Teras @newsplatter.

Sementara yang lain mengira bahwa tagar tersebut ditunggangi oleh orang-orang tertentu yang syirik dengan kerja sama antara Netflix dengan Kemendikbud.

“Bang @ismailfahmi mungkin mau cek fenomena hastag #NetflixTidakAman, dicurigai ditunggangi oleh orang-orang yang sirik sama kerja sama Kemendikbud dan Netflix,” kata @benperimen.

Ada juga satu thread yang membahas dengan Netflix. Thread tersebut dibuat oleh akun resmi situs berita digital Alinea.id @alineadotid.

Dalam threadnya tertulis bahwa Heru Sutadi, Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute menekankan bahwa di Indonesia sudah ada aturan mengenai internet dan film, Netflix pun seharusnya begitu.

“Untuk internet tentu ada UU ITE yang melarang misal penyebaran pornografi, ujaran kebencian, apalagi yang berbasis SARA. Di perfilman pun begitu, ada klasifikasi usia dan sensor. Nah, untuk Netflix konten sebenarnya bebas tapi terbatas. Konten-konten Netflix baiknya ada batasan usia juga, lalu hal-hal yang tidak pantas, ya disensor. Karena tidak semua penonton Netflix di atas 17 tahun dan tidak semua film untuk semua umur,” tulis @alineadotid.

Beberapa warganet juga menyetujui adanya pembatasan tersebut.

“Bener, harus di batasi,” ujar @tumiiskangkungg.

“iya nanti matanya ternodai min kasian yg blm 17thn,” timpal @haisayanggku.

“#NetflixTidakAman? Iya lah. Kalo mau aman, ikut aturan pemerintah Indonesia dong. Kulonuwun lewat pintu depan. Jangan malah diem-diem masuk lewat pintu belakang,” tukas @Finnarah.

Selain itu, Heru Sutadi juga sempat menyatakan kritiknya atas kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim menggandeng Netflix.

“Mas Nadiem harus diingatkan kalau sekarang adalah pejabat publik, bukan lagi pengusaha. Sebagai pejabat publik ada regulasi yang harus ditegakkan dan wibawa bangsa dijaga. Saya melihat aksinya dengan Netflix itu seperti tak berkoordinasi dengan Menkominfo, Menkeu, atau Menparekraf yang menginginkan Netflix penuhi dulu kewajiban sebelum berbisnis di Indonesia,” tegas Direktur Indonesia ICT Institute Heru Sutadi dikutip dari suara.com.

Menanggapi masalah Netflix yang dibilang harusnya mengikuti aturan-aturan tersebut, @ismailfahmi lantas berkata bahwa tagar yang viral tersebut salah. “Kalau ini yg jadi alasan, mustinya tagarnya bukan #NetflixTidakAman, tetapi #NetflixIkutAturanDulu. Baru bener,” katanya.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close