Hukum dan Kriminalitas

Pemuda Pemasok Sabu Asal Dampit Diringkus Polisi

INDONESIAONLINE – Bejo Parmanto, warga Dusun/Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten  Malang, ini seolah tidak menyangka jika serombongan orang yang mendatangi rumahnya ternyata anggota polisi, Minggu (12/1/2020) petang.

Pemuda kelahiran 25 Januari 2001 ini terpaksa merayakan hari ulang tahunnya yang ke-20 tahun di sel  Mapolsek Dampit. Pasalnya, dia terlibat jaringan peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Malang.

”Tersangka BP (Bejo Parmanto) kami amankan sesaat setelah mengembangkan kasus pengedaran sabu yang sudah kami ungkap sebelumnya. Saat itu, salah seorang pengecer yang kami ringkus mengaku jika mendapatkan pasokan sabu dari tersangka BP,” terang Kanit Reskrim Polsek Dampit Ipda Imam Arifin, Senin (13/1/2020).

Seperti yang sudah diberitakan, Minggu (12/1/2020) sore, sekitar pukul 16.00 WIB, jajaran Unit Reskrim Polsek Dampit berhasil meringkus seorang pengecer sabu. Tersangkanya bernama Bachron Chrisantono, warga Dusun/Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Ketika diamankan, petugas mendapati beragam barang bukti dari tangan pria 37 tahun tersebut. Yakni tiga poket sabu dengan total berat mencapai 0,83 gram, timbangan elektrik, satu unit HP (handphone), serta uang senilai Rp 590 ribu.

”Ketika diinterogasi petugas, tersangka BC (Bachron Chrisantono) mengaku jika tiga poket sabu yang dia dapat diperoleh dari tersangka BP,” ungkap Imam.

Berawal dari ‘nyanyian’ itulah, petugas langsung mengembangkan kasusnya. Alhasil, tersangka Bejo yang saat itu sedang bersantai di ruang tamu rumahnya langsung diringkus petugas.

Semula, pemuda yang saat ini berusia sekitar kepala dua tersebut sempat mengelak jika dirinya terlibat jaringan peredaan narkoba. Namun, polisi yang saat itu tidak langsung percaya berupaya melakukan pengeledahan di rumah tersangka dan mendapati berbagai barang bukti yang menguatkan.

Barang bukti yang didapat polisi tersebut meliputi tiga poket sabu dengan berat masing-masing 0,75 gram, 0,31 gram, dan 0,55 gram, uang tunai hasil penjualan sabu senilai Rp 1.070.000, satu unit HP, dan seperangkat alat hisab sabu.

”Kasusnya masih dalam proses penyidikan, kami masih memburu keterangan para tersangka untuk menguak identitas pelaku lainnya yang juga terlibat jaringan peredaran narkoba,” ujar Imam sembari mengatakan  tersangka Bejo ini, selain terlibat jaringan peredaran narkoba, juga diduga sebagai pengguna sabu.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close