Peristiwa

Empat Hari Air Tak Kunjung Mengalir, Warga Keluhkan Layanan PDAM Kota Malang

INDONESIAONLINE – Gangguan layanan air bersih PDAM Kota Malang atau Perumda Tugu Tirta hingga saat ini masih dikeluhkan warga. Pasalnya, sudah empat hari berjalan ini warga yang terdampak sangat kesulitan mendapatkan air.

Kurangnya pasokan, membuat sebagian warga yang harus sampai rela mandi di SPBU terdekat. Pasalnya, tangki air yang dijanjikan oleh pihak Perumda Tugu Tirta belum memenuhi kebutuhan warga.

Salah satu warga, bahkan mengaku sempat mengalami pertengkaran keluarga hanya gara-gara kebutuhan air tidak terpenuhi. Seperti yang diungkapkan Anggoro Sudiongko, warga Perumahan D’Rich Garden, Kelurahan Lesanpuro Kecamatan Kedungkandang.

Ia mengaku, gara-gara persoalan PDAM harus bertengkar dengan istrinya. Dropping air dari Perumda Tugu Tirta, memang sudah datang di wilayahnya. Namun, datangnya saat dini hari, sekitar pukul 01.00 – 02.00 WIB.

Hal itu dianggap tak lazim, lantaran kedatangan air tersebut di jam istirahat orang-orang. “Iya, air di rumah saya masih mati. Itu sudah terjadi dari hari Sabtu kemarin. Tadi malam itu datang (tangkinya) tapi jam 1, jam 2 malam. Siapa yang mau bangun jam segitu, waktunya istirahat. Saya sampai bertengkar sama istri, lha tengah malam saya disuruh ngambil, kan ngantuk,” ungkapnya.

Kejadian tersebut menjadikannya kecewa, apalagi tagihan biaya air Perumda Tugu Tirta juga mengalami kenaikan. Tapi pengelolaannya dianggap tak sesuai dengan yang seharusnya didapatkan pelanggan.

“Telat bayar dendanya cepat, nyegal (mematikan) juga cepat, kalau ada matinya begini PDAM njegidek (diam saja) nggak selesai-selesai benahinnya,” jelasnya.

Sementara itu, warga Perumahan Bulan Terang Utama (BTU), Kelurahan Madyopuro yang juga mengalami kesulitan air bersih, mengaku tangki air yang seharusnya disediakan Perumda Tugu Tirta malah belum terlihat datang. Saat ini, warga perumahan memanfaatkan sumur fasilitas yang diberikan oleh pihak perumahan untuk mendapatkan air bersih.

“Kita dari perumahan ada air sumur, warga bisa mengambil air sumur gratis. Tapi nyalanya hanya di jam-jam tertentu saja, kita terbatas menggunakan galon atau ember. Kalau malam mengalirnya juga sedikit. Sebetulnya sudah request ke PDAM, namun belum datang. Kabarnya ada satu, tapi nggak tahu kita belum dapat,” jelas Avirista Midada, salah satu warga.

Ia berharap permasalahan ini segera diselesaikan. Apalagi, menurutnya di wilayahnya sudah satu bulan ini mengalami tiga kali mati air. Sangat disayangkan, ketika biaya tagihan air naik tetapi pelayanan tidak maksimal.

“Ya semoga ini segera diselesaikan secepatnya, apalagi ada kenaikan biaya tagihan di awal bulan ini. Dari Rp 23 ribu, sekarang biayanya menjadi Rp 33 ribu. Naik, tapi dalam satu bulan sudah tiga kali air mati. Desember akhir mati, januari awal ini mati sampai saat ini,” paparnya.

Diketahui, Perumda Tugu Tirta Kota Malang memberikan penjelasan jika gangguan air yang terjadi saat ini lantaran adanya kebocoran jaringan pipa transmisi diameter 500 mm di Jalan Raya Kidal-Tajinan Kecamatan Tumpang. Pipa bocor lantaran tak mampu menahan kondisi eksisting lokasi yang bebannya lebih besar.(acf/lnr)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close