Hiburan, Budaya dan Seni

Dialog Kebangsaan di Jogja, Mahfud Viralkan Kemesraan NU dan Muhammadiyah

INDONESIAONLINE – Kemesraaan dua organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, kembali mencuat. Kali ini kemesraan itu terjadi dalam dialog kebangsaan di kampus Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta, Selasa (14/11/2020).

Adalah Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang memviralkan kemesraan NU dan Muhammadiyah. Lewat akun Twitter-nya, @mohmahfudmd, Mahfud menggambarkan betapa suasana hangat tercipta ketika dua tokoh dari Muhamamdiyah dan NU menjadi pembicara dalam dialog kebangsaan itu.

NU diwakili mantan Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus). Sedangkan dari PP Muhammadiyah, hadir Sekjen Abdul Mu’ti. Dialog kebangsaan itu juga dihadiri Sultan Hamengku Buwono X.

“Gus Mus (sesepuh NU) satu forum dialog dgn Abdul Mu’ti (Sekjen PP Muhammadiyah) suasana selalu riuh penuh tawa, keduanya piawai menghumorkan hal serius ttg kebangsaan. Pagi ini kami berkumpul ditemani Gubernur DIY Sultan HB X dlm Dialog Kebangsaan di Kampus UII Yogyakarta,” cuit Mahfud.

Hanya dalam hitungan menit, postingan itu menuai banyak tanggapan. Sampai pukul 11:19, sudah 289 akun yang membubuhkan tanda like. Postingan ini juga telah 52 kali di-retweet.

Beragam komentar juga mewarnai postingan ini. @Ardi22M, misalnya, menulis, “Semoga para tokoh bangsa selalu berangkulan merawat kebhinekaan bangsa ini.”

Ungkapan bernada positif juga datang dari @muchiddin3. “Salam ta’zim dateng kyiai NU @gusmusgusmu smg Indonesia lebih aman tentram dan damai,” tulisnya.

Namun, tidak sedikit pula yang menyinggung kasus yang tengah hangat di Indonesia saat ini. Termasuk dugaan korupsi dana Asabri. Sebagai menko polhukam, Mahfud ikut terlibat menyelesaikan dugaan korupsi triliunan rupiah itu.

“Semoga prof… Dkk… Bisa mendiskusikan dgn humor dana ASABRI… kasihan prajurit…,” ujar @DSomtri.

Sultan Hamengku Buwono X juga tak luput dari sorotan warganet. Terutama mencuatnya kasus salam pramuka bernada intoleran di Jogja. Baru-baru ini, viral soal salah seorang peserta kursus pembina pramuka mahir tingkat lanjutan (KML) mengajarkan tepuk dan yel-yel ‘Islam Islam yes, kafir kafir no’ di SDN Timuran, Kota Jogja.

“Pak tolong salam buat pak sultan ya. Intoleran di jogja tolong diperhatikan,” tulis @thomasgalisolo. (red/hel)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close