Tekno

Joker Ternyata Juga Musuh Google Paling Gigih

INDONESIAONLINE – Joker, bukan sekedar musuh bebuyutan superhero Batman di Gotham City, sebuah kota fiktif yang pertama kali diciptakan oleh dua seniman bernama Bob Kane dan penulis Bill Finger, dan diterbitkan pertama kali tahun 1939.

Rupanya Joker juga menjadi musuh bebuyutan Google selama bertahun-tahun. Musuh yang paling gigih dan tak kenal menyerah, walau berkali-kali dihajar Goggle dengan mendelete sekitar 1.700 aplikasi yang disebarkannya ke dalam play store selama tiga tahun belakangan ini.

Ya, Joker yang jadi musuh Google bukanlah sosok protagonis yang jadi pangeran kegelapan dalam serial Batman. Tapi, merupakan Malware bernama Bread yang akhirnya lebih dikenal masyarakat dengan nama Joker.

Malware paling gigih walau tak canggih, begitulah Google mendeskripsikan si Joker, seperti dikutip Zdnet. Hal ini dikarenakan malware Joker ini walau berkali-kali ketahuan melakukan penyusupan ke aplikasi dalam play store, tapi tak pernah menyerah untuk kembali beraksi. Bahkan, hampir setiap Minggu mereka menelurkan malware baru.

Lantas apa yang ditakuti dari malware Joker?
Dari berbagai literatur, malware Joker mampu mengambil keuntungan finansial dari korbannya. Awalnya, Joker fokus pada SMS Fraud yang menyerang korbannya lewat mengirim SMS ke nomor premium yang akan menyedot pulsa.
Ketahuan, Joker mengubah taktiknya menjadi WAP Fraud mengarahkan korban untuk mengakses sebuah laman pembayaran melalui koneksi WAP. Dimana pembayarannya dilakukan lewat pulsa atau tagihan telepon.

Walau terkesan sederhana, Malware itu sempat menjadi persoalan besar di tahun 2000-an, tepatnya di tahun 2017 lalu. Dan Joker bisa disebut pemain utama dalam permasalahan itu.

Walau berkali-kali gagal, sesekali malware Joker juga berhasil menerbos keamanan play store.
Ini tercatat di tahun 2019 lalu. 24 aplikasi terinfeksi Joker di play store. Masih di tahun yang sama Pradeo Labs juga  menemukan sejumlah aplikasi lain di Play Store yang terinfeksi malware Joker tersebut.

Tak berhenti disitu, serangan Joker dengan  teknik yang disebut versioning, yakni  dengan menggunggah aplikasi versi ‘bersih’ pada awalnya, dan kemudian menyusupkan malware dalam pembaruan aplikasi.

29 aplikasi yang terinfeksi kembali ditemukan oleh Trend Micro dan dilanjutkan  K7 Security, Dr.Web, dan Kaspersky yang menemukan hal serupa.

Google kembali bergerak cepat membendung serangan Joker yang terbilang gigih dalam usahanya menyebarkan Malware ke dalam play store dengan berbagai trik.

Dalam postingan Google, kegigihan Joker melakukan penyerangan patut diacungi jempol.
“Dalam waktu yang berbeda, kami melihat ada tiga atau lebih varian malware yang aktif dengan pendekatan yang berbeda ataupun menargetkan operator yang berbeda. Pada aktivitas puncaknya, kami melihat ada 23 aplikasi yang disusupi aplikasi ini didaftarkan ke Play Store dalam hari yang sama,” tulis Google.(dan/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close