Hukum dan Kriminalitas

Tersangka Kasus Penjualan Aset Pemkot Malang Kemungkinan Bertambah

INDONESIAONLINE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, hingga saat ini terus melakukan pengembangan terhadap kasus penjualan aset Pemkot di Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Pihak Kejari juga tak menampik, dalam kasus tersebut bisa mengembang adanya tersangka baru.

“Untuk kasus penjualan aset Oro-Oro Dowo belum (belum selesai). Masih ada dua lagi yang masih pemberkasan dan tidak menutup kemungkinan dengan pengembangan tersangka yang lain,” Jelas Kasi Pidana Umum (Pidum), Ujang Supriyadi.

Sebelumnya terdapat empat orang yang dijadikan tersangka dalam kasus tersebut. Dua orang saat ini masih dalam tahap pemberkasan, sementara dua lagi telah inkrah.

“Nantinya kasus ini bisa saja bertambah lagi (tersangka), sesuai perkembangan di persidangan. Yang lain kan sudah inkrah, ada kemungkinan bisa bertambah,” tambah Kajari Kota Malang.

Sementara itu, jika nantinya pemberkasan terhadap dua orang oknum tersebut telah selesai, nantinya akan diserahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Seperti diketahui empat tersangka yakni Chandra, Leonardo Wibowoe, seorang notaris Natalia Christiana dan seorang pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Malang, Nanang Rofi’i.

Peran masing-masing tersangka, yakni Chandra dan Leonardo melakukan pemalsuan terhadap sertifikat aset tersebut. Chandra disebut memberikan uang Rp 400 juta kepada Leonardo untuk tambahan modal pembelian tanah dan bangunan Oro-Oro Dowo.

Untuk Natalia, diduga mengetahui kalau aset itu milik Pemkot Malang. Kemudian Natalia ikut dalam pernyertaan hingga akhirnya sertifikat tanah terpecah-pecah. Begitu juga dengan Nanang yang merupakan petugas pengukuran. Pihaknya diduga juga mengetahui jika tanah tersebut merupakan tanah milik Pemkot.

Kasus tersebut bermula dari laporan seorang wanita bernama Maria Purbowati. Maria Purbowati telah melaporkan Leonardo Wibowo Soegio (31) alias Edo, warga Kelurahan Oro-Oro Dowo, Klojen, Kota Malang dan Natalia Christian atas dugaan penipuan jual beli ruko di Jl. B.S Riyadi no. 129. Kemudian dari laporan tersebut, mengembangkan kepada empat tersangka. Dua masih dalam tahap pemberkasan dan dua telah inkrah.(as/Krn)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: