Peristiwa

Tahun Lalu, Kota Batu Nikahkan 93 Pasangan di Bawah Umur

INDONESIAONLINE – Pernikahan dini rupanya masih marak terjadi di Kota Batu ini. Bahkan Kota Batu sempat menduduki urutan ke tiga di Jawa Timur, yakni dengan presentase 33,88 persen dari kelompok masyarakat di bawah umur 20 tahun.

Dari data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu tahun 2019 lalu ada 243 pengajuan pernikahan.

Dari 243 pengajuan pernikahan itu 93 pengajuan merupakan nikah di bawah umur. “Kriteria nikah muda tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Perkawinan Tahun 1974. Untuk perempuan, usia minimum menikah yakni 16 tahun dan laki-laki usia minimumnya 18 tahun,” ungkap Kepala DP3AP2KB Kota Batu, Forkan.

Ia menambahkan jika di luar kriteria itu, masuk dalam kategori nikah muda. Karena itu pada pada September 2019 lalu jumlah pernikahan dini di Kota Batu menempati peringkat ketiga di Jawa Timur.

Masih banyaknya nikah dini itu lantaran dirasa masyarakat masih kurang memahami bahaya nikah muda. Padahal dalam Kebijakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), idealnya perempuan yang umurnya di bawah 20 tahun diharapkan tidak memiliki anak terlebih dahulu karena bisa mengalami eklamsia atau keracunan kehamilan hingga kematian ibu dan bayi.

“Adanya pernikahan dini bisa berdampak negatif pada permasalahan sosial lainnya, seperti menambah jumlah angka putus sekolah,” imbuhnya.

Menurutnya untuk menekan jumlah pernikahan dini itu lanjut Forkan, melalui optimalisasi program Kampung KB di 2020 ini. “Lewat program KB merupakan perencanaan dalam proses berkeluarga, mulai dari perencanaan pendidikan anak, kesehatan keluarga, dan ekonomi keluarga,” tutupnya.

Sedang dari data kantor Kementerian Agama Kota Batu pada 2018 lalu, terdapat 300 pernikahan dini dari 1.678 perkawinan yang ada di Kota Batu.(Ir/Ay)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close