Hukum dan Kriminalitas

Dua Tahun Mendekam, Satu Orang Napi Teroris di LP Lowokwaru Akhirnya Bebas Bersyarat

INDONESIAONLINE – Satu napi kasus terorisme, yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 A Lowokwaru, Kota Malang mendapatkan pembebasan bersyarat, Selasa (14/1/2020).

Napi teroris ini bisa bebas bersyarat setelah menjalani hukuman dua pertiga dari masa tahanannya.

Napi yang bebas bersyarat tersebut, yakni Kiki Rizky bin Abdul Khadir (43).

Kiki merupakan kelompok jaringan Abu Jandal dan bergabung dengan ISIS di Suriah sebagai FTF dan sudah mengikuti Tadrib Askari dan Ribath.

Ia ditangkap pada 9 Desember 2017 dan ditahan di Lapas Kelas II B Gunung Sindur, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Ia kemudian dipindahkan ke Lapas Kelas !A Lowokwaru, Kota Malang. Saat itu Rizky divonis selama dua tahun delapan bulan.

“Pembebasan bersyarat merupakan hak bagi mereka yang telah memenuhi syarat. Syarat administrasi maupun substantif. Administrasinya ya ada vonis, eksekusi, kemudian substantifnya berkelakuan baik, mengikuti pembinaan seperti itu,” jelas Kalapas Kelas 1 A Lowokwaru, Anak Agung Gede Krishna.

Kemudian untuk pembebasan napi teroris, terdapat syarat administrasi yang diatur dalam PP 99 yakni  syarat kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Untuk syarat itu yang bersangkutan telah mengakui NKRI dan telah melakukan ikrar jika NKRI merupakan harga mati.

“Sehingga proses administrasi dan substantif lengkap, maka Lapas wajib mengusulkan itu. Dan itu juga harus ada persetujuan dari Densus, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT),” bebernya.

Setelah bebas ia tetap mendapatkan pemantauan dan pembinaan dari BNPT agar nantinya tak kembali lagi melakukan sesuatu yang melanggar.

Mereka juga harus tetap melakukan wajib lapor ke Balai Pemasyarakatan (Bapas).

“Akan ada program pembimbingan lanjutan kepada napi eks teroris. Malah ada juga yang dikasih modal usaha. Sementara itu, kalau sisa napi teroris yang masih ada di sini dua orang,” pungkasnya.(As/Ery)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close