Ekonomi

Siap Dibangun, Mall Pertama di Kepanjen Telan Dana Rp 1 Triliun

INDONESIAONLINE – Memastikan Kepanjen sebagai ibu kota kabupaten sesungguhnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang benar-benar berlari cepat. Khususnya dalam menarik investor untuk bisa menanamkan dananya di Kepanjen, baik di bidang industri, pariwisata dan jasa.

Terbaru, Bupati Malang Sanusi menyampaikan adanya rencana mendirikan pusat perbelanjaan modern berupa mall dengan menggandeng pihak ketiga (investor).

Tak tanggung-tanggung, dari hitungan kasar, pembangunan mall tersebut akan menelan anggaran sekitar Rp 1 triliun. Rencananya, pusat perbelanjaan terbesar di bagian selatan Malang itu bakal didirikan di kawasan Jalur Lingkar Barat (Jalibar) dengan luasan 15 hektare (ha).

“Kami berencana untuk itu. Kepanjen sebagai ibu kota sesungguhnya memang harus ada fasilitas yang lebih lengkap layaknya sebuah kota,” ucap Sanusi, Selasa (14/1/2020).

Sanusi melanjutkan, konsep pusat pembelanjaan modern itu nantinya mirip dengan Mall Olympic Garden (MOG) di Kota Malang. Dengan berdirinya mall di Kepanjen semegah MOG, diharapkan bisa meningkatkan gairah perekonomian masyarakat.

Selain, tentunya akan menjadi pelengkap fasilitas dengan rencana lainnya di wilayah Kepanjen, yaitu pembangunan kampus Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Politisi PKB ini tak menutup mata, bahwa dengan akan berdirinya berbagai kampus juga membutuhkan fasilitas perbelanjaan yang representatif bagi mahasiswa. Terlebih, keberadaan mall sebagai pusat perbelanjaan dan pusat hiburan juga tidak lepas dari citra sebuah kota.

“Itu juga satu alasan lain kenapa Kepanjen butuh adanya mall. Pemkab Malang akan terus menarik investor masuk ke Kepanjen. Seperti yang sudah berjalan, seperti hotel dan lainnya,” ungkap Sanusi.

Disinggung perencanaan pembangunan mal dengan konsep MOG sampai saat ini, pria Gondanglegi yang digadangkan menjadi calon bupati dari PKB menyampaikan, masih dalam tahap pembebasan lahan di Jalibar, Kepanjen.

“Dalam proses pembebasan lahan untuk lokasinya,” ujarnya.

Hasrat besar Pemkab Malang menjadikan Kepanjen sebagai ibu kota kabupaten mulai kembali direalisasikan. Di antaranya melalui serangkaian rencana besar yang tengah dikerjakan Sanusi satu demi satu.

Salah satu yang telah dilakukan yakni perpindahan total perkantoran Pemkab Malang dari wilayah Kota Malang ke Kepanjen. Juga didukung berbagai pembangunan yang terus difokuskan di wilayah dengan luasan 46,25 km2 atau 1,55 persen dari luas Kabupaten Malang itu.

Secara sejarah, Kecamatan Kepanjen telah cukup lama menjadi ibu kota dan pusat pemerintahan Kabupaten Malang. Yakni sejak tahun 2008 lalu, yang diawali usulan bupati Malang melalui surat nomor 135.7/093/421.202/2007 tanggal 17 Januari 2007 kepada ketua DPRD Kabupaten Malang serta disetujuinya usulan tersebut dalam Keputusan Nomor 3 Tahun 2007 tanggal 12 Maret 2007.

Panjangnya waktu mewujudkan Kepanjen sebagai ibu kota kabupaten sesungguhnya ini yang membuat harapan Sanusi terus berkobar. Meskipun ada konsekuensi yang harus dibayar, misalnya upaya mempertahankan luasan lahan persawahan di wilayah tersebut.

Selain itu, pemetaan lokasi dan dampak ekonomi kepada warga sekitar patut juga menjadi perhatian Pemkab Malang. Sehingga, berdirinya hotel bintang empat sampai mall dengan konsep MOG Kota Malang, tak hanya terjatuh pada penguasaan segelintir pemilik kapital dan masyarakat hanya menjadi konsumen belaka.

Hal ini bertolak pada tujuan besar menjadikan Kepanjen sebagai ibu kota sesungguhnya yaitu menyejahterakan masyarakat yang kini berpenduduk 107.955 jiwa di tahun 2017 lalu.(dn/lnr)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: