Hukum dan Kriminalitas

Dampit Daerah Paling Rawan Narkoba, Polres Malang Ungkap 15 Kasus Tahun 2020

Sejak awal tahun 2020 hingga hari ini (Rabu 15/1/2020),  Polres Malang mampu mengungkap 15 kasus jaringan peredaran narkoba. Polisi juga meringkus 19 tersangka.

”Dari 19 tersangka yang diamankan, 10 di antaranya merupakan pengedar. Sisanya, 9 tersangka, merupakan pelaku yang kedapatan pemakai narkoba,” terang Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung saat sesi rilis di halaman Mapolres Malang, Rabu (15/1/2020) siang.

Ujung mengaku, dari 15 kasus yang terungkap, 14 di antaranya adalah kasus jaringan perdaran sabu. Sisanya merupakan satu kasus dari hasil ungkap kepemilikan pohon ganja.

”Dari ke-19 tersangka, kami menyita barang bukti sebanyak 183 gram sabu serta satu pohon ganja,” sambung perwira polisi dengan pangkat dua melati di bahu itu.

Ujung menambahkan,  Kecamatan Dampit merupakan daerah yang paling rawan peredaran narkoba. Di posisi kedua, ada Kecamatan Kepanjen. Sedangkan di posisi ketiga, daerah yang rawan peredaran narkoba ada di Kecamatan Bululawang, Pakis, Pagelaran, Gondanglegi, Sumberpucung, Singosari, Sumbermanjing Wetan, dan Turen.

”Secara kuantitas, Kecamatan Dampit menjadi daerah yang paling rawan peredaran narkoba. Dalam 15 hari, ada 4 kasus yang kami ungkap.di Dampit. Selain itu, Kecamatan Kepanjen juga rawan. Ada 3 kasus yang kami ungkap. Sedangkan di Kecamatan Bululawang, Pakis, Pagelaran, Gondanglegi, Sumberpucung, Singosari, Sumbermanjing Wetan, dan Turen, masing-masing ada satu kasus yang kami ungkap,” beber Ujung.

Dari hasil ungkap kasus narkoba ini, Ujung mengaku masih akan terus melakukan pengembangan. Ketika ditanya apakah ada keterlibatan pemasok sabu dari balik lapas, Ujung mengatakan polisi masih akan terus memburu jaringan lain yang mungkin saja dikendalikan para tersangka yang sudah mendekam di penjara.

”Dari hasil penyidikan sementara, pasokan narkoba yang masuk di Kabupaten Malang berasal dari bandar asal Kota Batu. Biasanya, metode transaksi pemasokan narkoba yang digunakan adalah sistim ranjau. Setelah menaruh barang, narkoba akan diambil oleh pengedar yang ada di wilayah Kabupaten Malang. Masih pengembangan. Kami masih memburu jaringan lainnya yang lebih besar,” tandas Ujung.(al/hel)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close