Politik

11 Balon Wabup Malang Jejeg Diuji Panelis Independen

Konvensi bakal calon (balon) wakil bupati dari Malang Jejeg digelar dalam optimisme tinggi. Berbagai sambutan dari panitia konvensi menggelorakan semangat dan kesiapan mengusung calon bupati dari jalur independen ini.

Konvensi ini diikuti  11 bacalon wabup. Yakni Yogha Dody, Verry Son Petty, Tantono Setiawan, Heribertus Sumarso, Mahfudz Syaifuddin, Sutrisno, James Rionando, Gunadi Handoko, Mei Nafisha, Noval Akbar, dan Mukhamad Yahya Arif. Konvensi yang disebut oleh Hari Cahyono untuk mencari tandemnya ini sebagai bentuk keterbukaan  dan transparansi dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat untuk menentukan calon pemimpin di Kabupaten Malang ke depannya. Itu sekaligus sebagai pembeda dengan pemilihan para calon dari jalur partai politik yang langsung berada di pimpinan tertingginya di Jakarta.

“Konvensi ini sebagai sejarah dalam pemilihan calon dalam pilkada. Mungkin ini yang pertama dilakukan oleh kami. Sebagai bentuk keterlibatan masyarakat untuk menjadi calon pemimpin tanpa banyak persyaratan. Selain takut sama atas (Tuhan, red) dan punya kapasitas,” ucap Hari kepada, Rabu (15/1/2020).

Selain hal itu, 11 peserta konvensi dengan latar belakang berbeda-beda. Seperti yang disebutkan ketua panitia Andrias, mereka  dari unsur milenial, pengusaha, wirausaha, pegawai kantor, sampai masyarakat biasa.

Terhadap mereka, akan dilakukan uji kompetensinya oleh tim panelis independen. Ada enam panelis yang akan menguji 11 peserta sampai akhirnya ke luar salah satu yang memang sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh Malang Jejeg. Enam panelis itu adalah Radhar Panca Dahana (budayawan), Bambang Irianto (pengamat lingkungan), Yunan Saifullah (pengamat ekonomi), Lutfi Kurniawan (ICW), Abdul Qadir dan Mahmid Darsad.

Keenam panelis inilah yang akan mengulik 11 peserta dan memerasnya menjadi satu terbaik untuk tandem Hari ke depannya dalam menghadapi kontestasi Pilkada Kabupaten Malang 2020.

Keterlibatan panelis dari berbagai unsur dan dianggap memiliki kompetensi mumpuni di bidangnya masing-masing ini, menurut Hari, agar benar-benar tersaring calon wabup dari Malang Jejeg yang akan mendampinginya. “Jadi, konvensi ini bukan apus-apusan (bohong-bohongan, red). Yang terpilih nanti misalnya bukan dari peserta konvensi, kan lucu. Kami pasti akan memilih salah satu yang lulus setelah dilakukan uji oleh tim panelis,” urai Heri.

Dia menegaskan, dirinya tak tahu siapa nantinya yang akan mendampinginya dalam pilkada 2020. “Tak tahu saya. Lha wong baru hari ini juga saya kenal dengan para panelisnya. Saya serahkan kepada tim panelis hasilnya,” imbuh Hari.

Walau 11 peserta konvensi akan melalui meja-meja panelis, beberapa syarat mutlak yang harus dimiliki balon wabup Malang Jejeg adalah sosok yang tak berpikir atas kekuasaan dan kekayaan pada nantinya, selain kompetensi yang juga dibutuhkan oleh Hari yang didaulat sejak awal menjadi calon bupati.

Kompetensi yang wajib dimiliki dari pandangan Hari adalah terkait manajerial. Dikarenakan hal itu pula yang nantinya akan sangat berperan dalam menjalankan roda pemerintahan. Pasalnya, secara tegas Hari mengatakan, wabup itu bukanlah ban serep.

“Posisi Wabup itu bukan ban serep tapi juga sentral. Kalau pekerjaan 10, misalnya, maka 6 dikerjakan bupati dan sisanya wabup. Soalnya, ini pekerjaan berat yang tak bisa dikerjakan sendiri,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dimmy Haryanto, tokoh masyarakat Malang, dalam sambutannya juga menyampaikan hal serupa. Yakni konvensi yang digelar sebagai bentuk mencari pemimpin di Kabupaten Malang yang transparan dan bisa diikuti oleh siapa pun tanpa membedakan latar belakang kehidupannya.

Dimmy menegaskan, Kabupaten Malang memerlukan seorang pemimpin yang jujur, punya semangat kerja dan dedikasi tinggi sekaligus mapan. “Karenanya, melalui konvensi ini kami sekaligus membulatkan niat dan tekad untuk mengusung Sam HC (Hari Cahyono) dan memilih calon wakilnya karena saya tahu sosoknya beliau,” ujarnya.

Tapi, tegas Dimmy, dirinya sendiri yang nanti akan menurunkan Sam HC bila jadi bupati dan melanggar komitmen awal dalam membangun Kabupaten Malang ke arah yang lebih baik. “Saya sendiri nanti yang akan mengkritik dan menurunkannya bila Sam HC seperti itu,” tandas Dimmy.

(dn/hel)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close