Peristiwa

Pipa PDAM Kota Malang Jebol Lagi, Gangguan Air Bersih Berlanjut

Gangguan layanan air bersih PDAM atau Perumda Tugu Tirta Kota Malang masih terus berlanjut.

Saat pembenahan pipa bocor yang membuat ribuan pelanggan kelimpungan selama lima hari terakhir, pipa jaringan air lagi-lagi malah bocor. Tepatnya di jarak 50 meter dari titik kebocoran awal.

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan sudah berupaya maksimal untuk membenahi area yang bocor. Semalam, juga telah dipastikan bahwa  pembenahan pipa yang bocor juga telah dilakukan.

“Saya sudah pastikan langsung untuk segera dilakukan perbaikan, namun bocor lagi. Semalam saya datang lagi. Sudah dibenahi. Tadi pagi, pukul 07.00 dipastikan selesai semua dan dilakukan pengerasan di titik bocornya,” jelasnya kepada media, Rabu (15/1).

Bahkan,  pihak  Kementerian PU juga bakal melakukan pengecekan secara langsung ke area lokasi kebocoran pipa hari ini. Tujuannya untuk memastikan kondisi kebocoran yang terus-menerus terjadi tersebut.

Pihak Pemkot Malang juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) untuk pengiriman bantuan tangki air. Saat ini setidaknya sudah ada 21 tangki air yang telah berjalan untuk menyuplai daerah terdampak.
Yakni 10 mobil tangki air dari Perumda Tugu Tirta dan  11 mobil tangki air lainnya gabungan dari dari Asosiasi Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) se-Jatim.

Atas permasalahan ini, Pemkot Malang juga mengajukan  penggantian pipa jaringan baru. Sedangkan untuk permasalahan saat ini, guna mempercepat proses normalisasi air ke pelanggan Perumda Tugu Tirta Kota Malang yang terdampak, maka diberlakukan sistem pengurangan laju debit air ke warga yang tidak terdampak.

“Iya, ganti total. Nanti akan dibicarakan untuk realisasinya. Sementara ini yang dikeluarkan air itu diambilkan dari debit-debut lain yang tidak terdampak. Tentu saya memohon maaf kepada masyarakat ketika nanti aliran airnya agak sedikit kecil karena kami bagi kepada yang terdampak dulu,” ungkap Sutiaji. (acf/hel)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: