Pendidikan

Kian Diminati, 2020 UIN Malang Tambah Kuota Maba

Kuota mahasiswa baru (maba) yang diterima di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) selalu bergeming di angka 3.600 orang. Kuota maba di UIN Malang memang sengaja dibatasi lantaran menyesuaikan kuota fasilitas ma’had atau pondok. Seperti yang diketahui, mahasiswa baru UIN Malang wajib ma’had selama 1 tahun.

Kabar gembira, tahun 2020 ini, UIN Malang akan menambah kuota mabanya. Hal ini disampaikan oleh Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg. “Tahun ini insya Allah kita tambah karena nanti yang mahasiswa Farmasi sama Kedokteran akan ditempatkan ma’hadnya di Kampus 2,” katanya kepada kami.

“Berarti, ada kuota di sini ditambah 120-an,” imbuhnya.

Jadi, apabila jumlah mahasiswa baru tahun lalu 3.672 orang, maka di tahun 2020 ini, jumlah mahasiswa baru adalah 3.792 atau sekitar 3.800.

Penambahan kuota ini juga dilakukan mengingat peminat di UIN Malang sangat banyak. Yakni sekitar 110 ribu orang pada tahun lalu. “Itu kalau dihitung persentasenya kurang dari 5 persen,” tandasnya.

Tak seperti Perguruan Tinggi Keagamaan Islam lain, maba UIN Malang dipastikan tinggal di ma’had. Sistem akademik ma’had UIN Malang memang tidak bisa ditiru oleh PTKIN lain. Tidak semua mahasiswa di PTKIN lain bisa berkesempatan mengenyam pendidikan di ma’had. Sedangkan seluruh mahasiswa baru UIN Malang dipastikan tinggal di ma’had.

“Tidak semua PTKIN semua mahasiswanya di ma’had. Kalau kita semua,” ujar Direktur Ma’had Sunan Ampel Al Aly UIN Malang Dr H Akhmad Muzakki MA kepada kami secara terpisah.

Jadi, di UIN, jumlah mahasiswa yang masuk dibatasi oleh kapasitas ma’had. Tidak semua orang yang mendaftar di UIN bisa diterima semua. Hal ini lantaran kebijakan UIN bahwa semua mahasiswa baru wajib ma’had. (Izz/Ay)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close