Pendidikan

Lewat Rumah Jamur, Santri Ponpes Bahrul Maghfiroh Diajak Meniru Jejak Rasulullah

Tak hanya mencetak generasi yang pintar berdakwah, pondok pesantren juga memiliki inovasi-inovasi pembelajaran bagi santri-santrinya. Salah satunya, Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, yang memberikan fasilitasi pendidikan usaha.

Ya, Rumah Jamur menjadi salah satu yang diprioritaskan dalam memberikan pelatihan usaha itu. Hari ini (Rabu, 15/1), inovasi budidaya jamur tersebut diresmikan secara langsung di lokasi pondok pesantren yang berada di Jl Joyo Agung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Untuk diketahui, inovasi ini merupakan salah satu program dari Bank Indonesia (BI) Malang, yakni Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). Selain itu, pada agenda tersebut juga dilakukan pembukaan Sistem Penjaminan Mutu Halal Internal (SPMHI).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Azka Subkhan Aminurridho menyatakan program tersebut menjadikan PP Bahrul Maghfiroh memiliki unit usaha budi daya jamur yang disupport oleh BI. Melalui adanya kegiatan berusaha tersebut, sebuah pondok pesantren diharapkan mampu memiliki kemandirian ekonomi.

“Dalam artian, pesantren tidak hanya mencetak santri yang handal dalam ilmu agama, tapi juga dalam ilmu dunia yang salah satunya kewirausahaan. Istilahnya kalau Gubernur BI menyebut ‘Para santri tidak hanya ngaji fiqih tapi juga sugih’,” ungkapnya.

Karena bukan tidak mungkin, dijelaskannya jika santri juga bisa berwirausaha dengan baik. Bahkan, ke depan dengan Rumah Jamur tersebut para santri bisa menjadi pengusaha budi daya jamur baik untuk wilayah Malang maupun di daerah tempat tinggalnya. “Artinya unit usaha ini yang terus akan kita support. Siapa tahu salah satunya (dari santri) bisa menjadi pengusaha jamur top di Malang atau di daerahnya berasal,” jelasnya.

Hal tersebut tentu menjadi apresiasi tersendiri bagi PP Bahrul Maghfiroh. Karena melalui pemberlakuan pelajaran mengenai kewirausahaan tersebut, santri-santri akan memiliki wadah untuk praktik berusaha.

Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Mohammad Bisri mengatakan, sebagai salah satu pesantren Bahrul Maghfiroh memberikan biaya pendidikan secara gratis. Sehingga, melalui inovasi tersebut nantinya mampu menopang keuangan pondok pesantren.

“Alhamdulillah, yang penting anak-anak santri bisa praktik. Ini (Rumah Jamur) kan sebagai laboratorium juga, selain itu juga menjadi salah satu sumber penghadilan pondok. Harapannya, SPP gratis, uang gedung gratis, tapi punya usada menopang pondok ini bisa mandiri,” ujarnya.

Apalagi, ia mengharapkan santri-santrinya mampu meniru kehidupan Nabi Muhammad SAW yang sukses menjadi pengusaha kaya dan juga berdakwah. “Nabi Muhammad saja sugih (kaya) dulu baru beliau dakwah. Dia jadi pedagang, pengusaha kaya, lalu uangnya dihabiskan untuk berdakwah. Jadi jangan dibalik, sehingga nanti harapannya santri punya modal itu juga,” imbuhnya.

Proses budi daya jamur di Rumah Jamur sendiri sudah dilangsungkan sejak dua minggu yang lalu. Para santri juga sudah diberikan keterampilan dalam mengelola hal itu. Bahkan, dalam dua minggu Rumah Jamur sudah mampu menghasilkan produk.

“Alhamdulillah, sehari itu ada 10 kg produksinya, itu masih dua ribu bibit saja. Nah sekarang sudah empat ribu, mudah-mudahan bisa 20 kg ya per harinya. Karena penghasilan per kilonya saja Rp 15 ribu, kalau dapat 20 kg sehari bisa Rp 300 ribu kan lumayan. Sebulan bisa mencapai Rp 5 – Rp 6 jutaan untuk kebutuhan pondok,” terangnya.(izz/krn)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close