Pemerintahan

Tak Pindah sampai 20 Januari, Bedak Pedagang Comboran Dibongkar Paksa

Pedagang besi bekas dan pedagang kaki lima (PKL) Pasar Comboran sudah mulai berbenah sejak pekan lalu (Rabu, 8/1). Para pedagang sudah memboyong barang-barang dagangannya ke lapak baru di area Pasar Baru Timur Comboran Malang.

Namun, meski sudah sepekan berlalu, lalu lalang aktivitas pedagang di kawasan Jl Prof Moch. Yamin masih cukup banyak. Beberapa pedagang juga sudah mulai melakukan pembongkaran lapak yang berada tepat di depan Pasar Baru Timur Comboran Malang itu.

Wali Kota Malang Sutiaji bahkan memberikan warning kepada para pedagang yang akan menempati pasar baru untuk segera meninggalkan bedak lamanya maksimal hingga 20 Januari 2020 ini. Kalau tidak, maka akan dilakukan pembongkaran.

Hal itu diungkapkan Sutiaji saat melakukan sidak ke wilayah Pasar Baru Timur Comboran Malang, Rabu (15/1). Sterilisasi nanti dilakukan pada  23 Januari 2020.

“Saya ingin memastikan sterilnya kapan. Dari Dinas Koperindag (Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan), 23 Januari harus steril. Maka warning-nya tanggal 20 itu harus kosong semua dulu. Sehingga tidak akan dilakukan pembongkaran paksa,” ucapnya.

Sutiaji menyebut, jika dalam waktu yang ditentukan belum juga selesai, dinas terkait akan melakukan penyisiran untuk proses sterilisasi. Maka diharapkan,  pembongkaran dilakukan oleh pedagang sendiri sehingga akan tahu mana saja barang-barang yang masih bisa dimanfaatkan.

“Nanti penyisiran juga akan koordinasi bersama satpol PP dan DLH. Jadi, bukan hanya Diskoperindag  untuk sterilisasi itu. Maka kalau pemilik bedak yang membongkar sendiri, kan ada banyak yang bisa dimanfaatkan. Bedak yang kami siapkan juga mungkin perlu tempat untuk menata barang-barang,” imbuhnya.

Di sisi lain, dalam agenda ini wali kota  juga memeriksa kesiapan sarana dan prasarana pasar yang bisa ditambahkan. Misalnya, kebutuhan MCK masih tak sesuai antara rasio ruang dan pedagang.

Saat ini yang tersedia ada empat MCK. Namun hal itu dirasa kurang mencukupi kebutuhan, baik dari pedagang maupun pembeli. Apalagi, jumlah pedagang saja 336 orang. Belum nanti untuk pembelinya.

“Saya minta kalau bisa MCK tidak hanya empat. Karena ya rasionya itu 10 banding 1, 10 orang untuk 1 MCK. Belum lagi nanti ada pembeli. Jadi, akumulasi kalau empat itu kurang. Ya ndak tahu nanti mekanismenya Diskoperindag bagaimana,” ungkapnya.

Fasilitas umum lainnya yang juga diperiksa yakni tempat salat. Juga jaminan perawatan gedung Pasar Baru Timur Comboran Malang. Mulai dari memastikan tidak ada kebocoran atap hingga perawatan tembok dan lainnya.

“Menjamin juga perawatannya. Kalau bangun itu gampang. Salah satunya cat yang rawan kotor. Karena memang pegangan mereka (pedagang) oli. Nanti bagaimana. Nggak tahu dikasih apa, mural mungkin atau banner. Artinya, supaya pasar kita kelihatan bersih,” tandas Sutiaji.(acf/hel)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close