Politik

PDI Perjuangan Mulai Petakan Kader Potensial Pengganti Jokowi

Konstelasi politik di Indonesia pasca Pemilu 2019 mulai berubah. Terutama setelah tindakan Joko Widodo (Jokowi) mengakomodasi partai lawan dalam kabinet yang dia susun. Hal itu dinilai akan berpengaruh besar pada Pemilu 2024 mendatang.

Walau terkesan masih jauh, politik kerap tak berhitung secara matematika saja. Hal ini terlihat dari berbagai peristiwa yang terjadi. Misalnya kasus banjir Jakarta yang menuai berbagai pro dan kontra dengan perbincangan yang mengarah pada politik.

Menjadi menarik, eks seteru Jokowi-Ma’ruf, khususnya Sandiaga Uno, pun mendapatkan apresiasi khusus dari orang nomor satu di RI dalam sebuah acara acara pelantikan pengurus HIPMI 2019-2022, beberapa hari lalu. Seperti diketahui Sandi merupakan mantan ketua HIPMI.

Jokowi secara lugas memberi kode di acara itu untuk tahun 2024. “Hati-hati 2024,” ucap Jokowi. Dia juga menyampaikan ulang pernyataan dari Ketua Dewan Pembina Hipmi Bahlil Lahadalia. Yakni, kandidat pengganti Jokowi disebut akan berasal dari kalangan Hipmi.

Walau tak mengungkap siapa kandidat penggantinya di tahun 2024 datang, tapi Jokowi meyakininya. “Dan saya meyakini itu tapi saya tidak menyebutkan orangnya siapa, hanya tadi yang baru saja berdiri tadi,” ucap Jokowi yang sempat menyapa khusus nama Sandi di acara tersebut.

Pujian Jokowi ke Sandi pun mendapat respons berbagai pihak. Tak terkecuali di tubuh banteng moncong putih yang secara implisit di Rakernas sekaligus hari jadinya ke 47, Megawati memberikan pujian khusus kepada para kader terbaiknya. Misalnya Tri Rismaharini Walikota Surabaya, Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah (Jateng) serta Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi dan lainnya.

Nama-nama itu yang kini santer diperbincangkan sebagai calon pengganti Jokowi di 2024. Bahkan sinyal-sinyal pencarian pengganti Jokowi pun secara implisit pun mulai disisir oleh PDI-Perjuangan yang memang butuh sosok pada nantinya yang akan diusung di 2024.

Hal ini menjadi lumrah disaat parpol lain pun sudah melakukan berbagai manuver untuk hal itu. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menjadi salah satu sosok yang digadang-gadang sebagai calon presiden 2024. Dengan militansi pendukungnya, hal ini terlihat di kasus banjir Jakarta beberapa hari lalu.

Sandi dan Prabowo pun tak kalah moncer pada nantinya di tahun 2024. Dimana Jokowi pun menurut beberapa kalangan saat memuji Sandi sebagai calon potensial, sebagai jurus jitu mengalihkan spotlight atau sorotan publik ke sosok Anies.

“Saya pikir itu taktik yang jitu dari presiden ya. Untuk memecah spotlight dari Anies ke Sandi. Sandi dinilai dapat memecah itu,” ujar pengamat politik, Rico Marbun, seperti dikutip detiknews.
Pertempuran 2024 telah mulai ditabuh walau dengan berbagai pola diplomasi tingkat tinggi.

PDI-Perjuangan yang kembali merengkuh kemenangan di dua pemilu dengan menempatkan Jokowi sebagai sosok sentral, tentunya tak bisa lagi melenggang di tahun 2024. Sehingga penyisiran dan blow-up sosok-sosok potensial kader banteng bermoncong putih tentunya sangat relevan dalam menghadapi 2024.

Para pengamat politik pun telah meramaikan sosok-sosok pengganti Jokowi pada nantinya. Ganjar Pranowo dan Tri Rismaharini, menurut beberapa pengamat politik dinilai bisa menggantikan sosok Jokowi untuk diusung oleh PDI Perjuangan di Pemilu 2024.

“Pak Ganjar punya panggung sebetulnya karena Gubernur, bisa jadi batu lompatan menunggu tangga Pilpres 2024,” ucap Pangi Syarwi Chaniago, pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah.
Risma pun ramai digadang-gadang oleh masyarakat. Bahkan di suatu kesempatan, Risma pun siap bila diinstruksikan Megawati untuk bertempur terlebih dahulu di DKI Jakarta melawan Anies. Pasalnya, menurut Pangi, Risma perlu bertarung dulu di 2020 sebelum bertarung di Pilpres.

“Ini akan akan lebih baik jika Risma turut bertarung dalam Pilkada DKI Jakarta 2022 terlebih dahulu. Lalu, di Pilpres 2024 bisa maju lagi bertarung menjadi calon presiden,” tukasnya.

(Dn/Lnr)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close