Peristiwa

Tak Hanya Soal Labelisasi Miskin, Ini Sejumlah Persoalan Yang Ditemui Pendamping PKH

Ternyata bukan hanya penolakan labelisasi miskin yang sering ditemui para pendamping PKH di Lumajang. Namun sejumlah persoalan lainnya juga banyak ditemui para pendamping PKH, terutama terkait dengan warga yang sudah mampu, namun tetap tak mau mundur dari Kelompok Penerima Manfaat (KPM) PKH.

Akbar Al Amin, Koordinator Kabupaten PKH Lumajang kepada media ini mengatakan, banyak juga warga yang pada awal diluncurkannya PKH masih masuk dalam katagori keluarga tidak mampu, dan sekarang mulai bagus ekonominya namun tetap tidak mau mundur sebagi KPM-PKH.

“Awalnya memang kurang mampu, tapi seiring waktu ekonomi mereka berubah kearah yang lebih baik. Misalnya pekerjaan mulai bagus, ada yang menerima warisan dari keluarganya, motornya sudah lebih dari satu, punya sawah dan lain-lain. Yang seperti ini kita berikan pemahaman untuk mundur, agar dananya bisa bermanfaat untuk yang lain,” kata Akbar Al Amin.

Sementara itu disisi lain, ada keluarga yang sebenarnya sangat tidak mampu, namun tiba-tiba menyatakan mundur karena tidak mau dilabeli keluarga miskin.

“Ada juga yang sebenarnya layak menerima bantuan, namun menyatakan mundur hanya karena keberatan dilabeli. Yang seperti ini tidak serta merta kita proses pengunduran dirinya dari KPM, dan tetap kita berikan, sementara labelisasinya bisa kita tunda. Ini juga kita temui di Lumajang dan kita berusaha untuk tetap bisa melayani,” jelas Akbar kemudian.

Selain itu ada juga yang secara jujur menyatakan mundur karena ekonominya bagus, dan sudah merasa tidak layak sebgai penerima PKH.

“Sebenarnya yang kita harapkan adalah kejujuran dari penerima program ini. Jika memang benar-benar sudah mampu ya mundur saja. Dan di Lumajang banyak yang jujur seperti ini, yang secara suka rela mundur karena sudah merasa mampu dan merasa tidak layak untuk menerima bantuan dari program ini,” terang Akbar kemudian.

Untuk tahun 2020, diharapkan 2 ribu KK yang mundur sebagai KPM PKH, yakni dari mereka yang benar-benah sudah mampu. Diawal peluncuran PKH 6 tahun lalu, jumlah KPM PKH sebanyak 48 ribu, namun karena banyak yang sudah memiliki kemampuan ekonomi bagus, jumlah itu saat ini tinggl 43 ribu lebih.(mam/ery)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close