Peristiwa

37 Hari Usia Keraton Agung Sejagat yang Menghebohkan

Toto Santoso (42), yang mengaku sebagai raja Keraton Agung Sejagat, dan permaisurinya, Fanni Aminandia (41), kini sudah menghuni tahanan Polda Jateng. Kedua orang yang ternyata bukan suami istri itu ditangkap karena dianggap menipu pengikut “kerajaannya” dan berbuat onar.

Ternyata keduanya sudah sejak tahun 2018 lalu merencanakan berdirinya Keraton Agung Sejagat di Dusun Pogung, Desa Juru Tengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Namun, rencana itu baru bisa diwujudkan awal 2020.

Namanya saja kerajaan abal-abal atau palsu, nasib Keraton Agung Sejagat pun berlangsung singkat. Umur kerajaan itu hanya 37 hari sejak dideklarasikan hingga raja dan ratunya ditangkap polisi. Berikut faktanya.

Dideklarasikan 9 Desember 2019
Toto Santoso dan Fanni Aminandia mendeklarasikan berdirinya Keraton Agung Sejagat di Dusun Pogung, Desa Juru Tengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Peresmian batu prasasti bernama Ibu Bumi Mataram II menandai berdirinya keraton ini.

Kirab 10 Januari 2020
Keraton Agung Sejagat mulai viral dan dibicarakan orang banyak ketika menggelar kirab di Dusun Pogung, Desa Juru Tengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Raja dan ratu mereka diarak dengan naik kuda. Para pengikutnya juga memakai seragam layaknya prosesi dalam sebuah kerajaan sungguhan.

Undang Wartawan 12 Januari 2020
Keraton Agung Sejagat semakin viral ketika Toto dan Fanni, yang mendapat gelar raja dan ratu, mengundang wartawan. Mereka lantas mengungkapkan tujuan berdirinya Keraton Agung Sejagat sesuai versinya. Keduanya menyebut Keraton Agung Sejagat sebagai penerus Kerajaan Majapahit. Raja Toto juga membeberkan kalau keratonnya adalah “pemilik dunia”. Video pernyataan sang raja kembali viral di media sosial.

Dilaporkan Warga ke Polisi 13 Januari 2020
Keraton Agung Sejagat tidak hanya membuah heboh masyarakat Indonesia lewat berita di media massa dan media sosial. Warga desa tempat berdirinya keraton juga merasa resah. Akhirnya, warga melapor ke polisi.

Raja dan Ratu Ditangkap 14 Januari 2020
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng menangkap Raja Toto dan Ratu Fanni. Saat diperiksa polisi, diketahui keduanya bukan pasangan suami istri sah. Pemkab Purworejo juga menghentikan kegiatan Keraton Agung Sejagat.

Toto dan Fanni kemudian ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan keonaran. Modus yang dilakukan yaitu pengikutnya diminta menyetor uang Rp 3 juta sampai Rp 30 juta dengan iming-iming mendapat jabatan dan gaji besar dalam bentuk dolar.(red/hel)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close