Pemerintahan

Beragam Upaya Dilakukan, Kabupaten Malang Optimis Raih Adipura Kencana

Bertahun-tahun sudah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, berupaya menyabet piala Adipura Kencana. Sebuah prestasi tertinggi yang diberikan kepada kota yang menunjukkan kinerja pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Sebagai prestasi tertinggi, Adipura Kencana tentunya tak bisa begitu saja diraih oleh sebuah kota. Di tahun 2019 lalu, hanya Kota Surabaya yang menjadi satu-satunya peraih piala Adipura Kencana yang memiliki kriteria penilaian sangat ketat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK).

Misalnya, memiliki rekognisi dari UNEP (United Nations Environment Programme), termasuk inovasi berupa tiket bus dengan menggunakan botol plastik, yang di dunia ini baru ada di Surabaya, Beijing, dan Turki. Selain itu kinerja pemerintah kota terkait pengurangan sampah, terutama melalui implementasi pembatasan kantong plastik sekali pakai serta meningkatkan daur ulang plastik melalui TPS 3R dan bank sampah.

Ketatnya penilaian untuk meraih Adipura Kencana, yang membuat Pemkab Malang di tahun 2020 ini berupaya keras untuk bisa meraihnya. Melalui berbagai upaya yang telah dilakukan, misalnya, penertiban bangunan di wilayah sempadan Sungai Molek di wilayah Kepanjen, serta berbagai upaya lainnya yang diklaim oleh Dinas Lingkungan Hidup terbilang maksimal.

Optimisme Pemkab Malang untuk meraih Adipura Kencana, selain klaim terkait berbagai program yang  telah dijalankan, juga dikarenakan menjadi nominator. Dimana, secara langsung Bupati Malang Sanusi menyampaikan presentasinya di hadapan para penilai, di Jakarta, beberapa hari lalu, terkait berbagai program dalam pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

“Kita sudah lakukan presentasi terkait Adipura Kencana. Dimana kita masuk sebagai nominator untuk penghargaan itu di tahun 2020. Doakan semoga Kabupaten Malang mendapat yang terbaik,” ucap Sanusi, Jumat (17/1/2020).

Presentasi yang dilakukan oleh orang nomor satu di Kabupaten Malang ini merupakan tahap lanjutan setelah adanya survey lapangan, di November 2019 lalu. Dimana, dari informasi yang disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang Budi Iswoyo, survei lapangan tim penilai dari Kemen LHK dilakukan di beberapa TPST dan bank sampah.

“Survei lapangan dilakukan selama empat hari. Untuk titiknya ada beberapa TPST dan Bank Sampah. Seteah itu dilanjutkan dengan pemaparan oleh pak Bupati langsung,’’ ujarnya.

Harapan besar Pemkab Malang untuk meraih Adipura Kencana, didorong pula dengan 11 kalinya Kota Kepanjen sebagai Ibukota Kabupaten Malang meraih penghargaan tersebut. Modal besar itulah yang membuat Sanusi beserta jajaran terkait optimis Adipura Kencana bisa diboyong ke Bhumi Arema ini.

Menengok ke belakang, Pemkab Malang dalam persoalan lingkungan hidup yang telah berjalan adalah pendirian bank sampah di berbagai wilayah desa. Selain pengelolaan sampah secara mandiri serta menguatnya kesadaran dalam persampahan dengan pendekatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Selain berdirinya Tempat Penampungan Akhir (TPA) Sampah berbasis edukasi dan wisata di Talangagung, Kepanjen. Hal lainnya adalah terkait adanya 60 titik pantau kota bersih, hijau dan teduh. Baik yang berada di sekolah, pasar, perkantoran, ruang publik dan TPA.

“Berbagai kebijakan itu yang memastikan Kabupaten Malang sebagai daerah percontohan dalam pengelolaan sampah terbaik skala nasional. Dan ini menjadi modal besar bagi kita meraih Adipura Kencana,” ujar Sanusi yang juga meminta adanya peran serta masyarakat dalam persoalan itu.

Pasalnya, persoalan lingkungan hidup berkelanjutan merupakan gerakan masal tiga pilar, yaitu

masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah.

“Sinergitas ketiga pilar ini menjadi penting untuk mewujudkan sustainable city,’’ tandas Sanusi.

Optimisme itu tentunya perlu juga dibumikan dengan beberapa persoalan yang masih terjadi dalam konteks menciptakan sustainable city di Kabupaten Malang, khususnya di wilayah Kepanjen. Misalnya, terkait bocornya bau sampah di TPA Talangagung, maupun beberapa TPS dan bank sampah dimusim dengan angin cukup kencang. Dimana, bau sampah itu tertiup angin dan menyebarkan polusi dengan jarak terbilang jauh. Selain hal itu penataan berbagai tempat public, seperti pasar dan ruang terbuka hijau pun menjadi catatan yang perlu dicermati Pemkab Malang.

Hal itu menjadi pekerjaan rumah besar Pemkab Malang yang tak hanya selesai saat piala adipura dikoleksinya selama ini. Karena persoalan lingkungan hidup, misalnya pengurangan sampah, merupakan hal yang akan terus menjadi momok bagi sebuah kota di berbagai daerah. Baik sampah domestic maupun plastik yang masih massif dipergunakan sebagai media di dalam masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.
(dn/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close