Ekonomi

Mucikari di Tulungagung Ini Punya Tambahan Penghasilan Sebesar Ini dari Bisnis Haramnya

Seorang mucikar asal Ngantru diamankan oleh Kepolisian. Mucikari yang diketahui bernama Masrinah (58) diamankan bersma 2 PSK yang dipekerjakanya, Mujiati (42) dan Suparmiatun (51).

Dengan ditangkapnya Masrinah, timbul pertanyaan penghasilan Masrinah dengan menjajakan 2 PSK itu. Dari hasil penyelidikan, ternyata Masrinah hanya mendapatkan imbalan 10 ribu rupiah dari tiap transaksi.

“Tarif (PSK) nya 50 ribu rupiah, dari itu dia (Masrinah) mendapatkan 10 ribu,” ujar Kapolres Tulungagung, AKBP E.G Pandia, Jum’at (17/1/20).

Setiap hari PSK yang menjadi anak buah Masrinah melayani 3 hingga 4 pelanggan. Untuk melakukan hubungan badan, Musripah menyediakan 5 kamar di warung yang dikelolanya.

“Di warungya itu ada 5 kamar yang digunakan untuk melayani tamu,” terang Kapolres.

Selanjutnya Masrinah digelandang ke kantor Polisi untuk diperiksa lebih lanjut. Musripah diherat dengan pasal 296 KUHP dengan ancaman 16 bulan penjara.

Sebelumnya, Polsek Ngantru melakukan penangkapan pelaku kegiatan prostitusi di Desa Bendosari, Kamis (16/01) siang. Mucikari itu diketahui bernama Masrinah (58) yang beralamat di RT 05 RW 03 Desa Bendosari Kecamatan Ngantru.

Dari warung yang digunakan sebagai sarana prostitusi itu, kepolisian juga mengamankan 2 anak buah Masrinah. Saat digrebek, kedua anak buah Masrinah sedang melayani tamu di kamar yang ada di sekitar warung.

Dua PSK yang turut diamankan dan berstatus sebagai saksi diketahui dari luar Tulungagung dengan identitas yaitu Mujiati (42) warga dusun Semanding Desa Kawedusan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar dan Suparmiatun (51) warga dusun Kebonsari Desa Gondang Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek.(jp/ery)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close