Hukum dan Kriminalitas

Mengerikan, Korban “Coklit” Predator Sembung Diduga Puluhan, Rata-Rata Usia Sekolah

Penangkapan pelaku tindak asusila terhadap sesama jenis yang diungkap oleh Polda Jawa Timur dibenarkan kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Hendi Septiadi. Menurut Hendi, pihaknya mendapat pemberitahuan dan permintaan tambahan personel untuk melakukan pengamanan (backup) saat tim Reskrimum Polda Jawa Timur melakukan penangkapan pada terduga pelaku bernama Hasan (30) warga RT2 RW 4 nomor 40 Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung.

“Ada pemberitahuan, namun hanya permintaan penambahan personel pengamanan,” ujar Hendi, Jumat (17/01) di sela rilis yang dilakukan di Mapolres.

Lanjutnya, setelah berhasil melakukan penggerebekan dan mengamankan Hasan, pihak Reskrimum langsung membawa ke Mapolda Jatim. “Tidak dibawa ke sini (Polres), tapi langsung ke Polda,” tambahnya.

Meski membenarkan, Hendi mengaku belum mengetahui secara pasti laporan yang mengakibatkan Hasan diamankan. “Belum ada (keterangan resmi), mungkin masih dilakukan penyidikan dan jika selesai nantinya akan dirilis,” jelasnya.

Penangkapan Hasan sendiri diketahui setelah Polisi dari Polda Jatim memasang garis polisi di rumah Hasan pada Rabu (15/1/2020) malam. Awalnya warga sekitar tidak ada yang tahu kasus apa yang tengah dihadapi Hasan. “Tahu-tahu pagi hari sudah dipasang garis polisi seperti itu. Gak tahu kasusnya apa,” ucap seorang tukang becak, tetangga Hasan.

Namun informasi diperoleh dari Ketua RT setempat, Wajib (70) mengungkapkan jika Hasan ditangkap oleh personel Polda Jatim lantaran telah melakukan pencabulan sejenis.

Petugas dari Polda Jatim mendatangi rumahnya sekitar pukul 23.30 wib dengan menunjukan surat tugas. Wajib diminta untuk menjadi saksi penggeledahan dan reka adegan di rumah Hasan. “Saat itu tangan Hasan sudah dalam kondisi terikat (borgol) plastik warna putih,” ucap Wajib.

Selain Hasan, Polisi juga membawa sekitar 6 korban pencabulan hasan. Rata-rata usia mereka masih di kisaran SMP – SMA. Dari penggeledahan yang dilakukan di lemari Hasan, polisi menemukan sejumlah gambar pria kekar yang hanya memakai celana dalam. Selain itu juga ditemukan kondom dan daftar tarif kencan.

Selanjutnya hasan dan korban diminta memperagakan adegan pencabulan yang dilakukanya. Ada yang dilakukan di kasur, ada juga yang dilakukan di sofa. Dalam peragaan itu, Hasan seolah menghisap kemaluan korban. “Ada yang ngaku di kasur, ada yang ngaku di kursi, semua suruh memeragakan,” sambung Wajib.

Hasan diketahui mempunyai usaha warung kopi di Pasar Burung, Desa Beji, Kecamatan Boyolangu dan di rumahnya. Selama ini warga tidak curiga kepada Hasan, lantaran mengira yang datang adalah pelanggan warung kopinya. “Selama ini memang sering ada tamu, tapi kami kan mengira memang pengunjung warung kopi. Tidak menyangka kalau jadi tempat begituan,” ujar Wajib.

Dihimpun dari informasi berbagai sumber media online, korban yang diketahui sedikitnya ada 21 orang anak. Kebanyakan dari korban Hasan masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah akhir (SMA) di kawasan Tulungagung.(ab/ay)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close