Peristiwa

Krisis Air Sepekan, Pengusaha Laundry Harus Gigit Jari

Akibat jebolnya pipa jaringan PDAM atau Perumda Tugu Tirta Kota Malang, sudah sepekan ini beberapa wilayah masih terdampak sulitnya mendapatkan pasokan air bersih.

Ya, salah satunya di kawasan Perumahan Bulan Terang Utama (BTU), Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang. Selain supply air yang dirasa kurang bisa memenuhi semua warga, gangguan layanan air bersih yang tak kunjung usai itu berdampak juga pada usaha pencucian baju atau laundry.

Salah satunya, Pankey Laundry Kiloan & Dry Clean milik Elfiawati ini. Sejak air di wilayahnya mati dari hari Sabtu (11/1) lalu hingga hari ini (Jum’at, 17/1) usahanya itu bisa dibilang kalang kabut. Karena, ia harus merelakan setidaknya 50 persen pelanggannya untuk tidak diterima setiap harinya lantaran kebutuhan air kurang mencukupi.

“Mesti berkurang ya, sekitar 50 persen. Karena saya harus menolak. Sebenarnya banyak yang datang minta untuk laundry,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, tidak bisanya menerima pelanggan itu lantaran air yang dibutuhkan harus menandon terlebih dahulu. Dimana hal itu membutuhkan usaha yang lebih, dan masih kurang dari apa yang diperlukan untuk mencuci pakaian pelanggan.

“Karena airnya harus ngangsu (ngambil) air dulu, ya saya harus tolak. Jadi kita sesuai air yang ada saja, kekuatan kita ambil airnya itu lho,” imbuhnya.

Menurut dia, krisis air kali ini adalah yang terparah selama empat tahun ia tinggal di kawasan Perumahan BTU, Blok KR 21. Karena, dalam waktu itu pula, air benar-benar mati total. Hal itu tentu menjadikan kerugian baginya.

Bahkan jumlah yang ia kerjakan setiap harinya menurun, yang biasanya mencapai kisaran 80-100 kg, kini berkurang di angka 30, 40 atau 50 kg saja per hari. Dalam waktu kurang lebih satu minggu ini saja, terkadang juga ada beberapa baju milik pelanggan yang harus molor dari pengerjaan.

“Ini paling parah, sudah satu minggu. Dulu pernah mati tiga hari, terus nyala lalu mati lagi. Tapi ini sama sekali nggak nyala. Memang, saya sebisa mungkin ga molor. Tapi kalau memang terpaksa molor, langsung saya konfirmasi ke pelanggan. Biasanya minta yang mau dipakai saja untuk didahulukan,” tandasnya.

Diketahui, krisis air bersih yang dialami warga Kota Malang ini akibat dari jebolnya pipa jaringan air Perumda Tugu Tirta Kota Malang yang berada di Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Sudah sepekan berlalu, namun upaya penanganan masih terus dilakukan. Informasinya, saat ini masih tersisa sekitar 10 ribu pelanggan yang belum tersupply air bersih.
(scf/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close