Hukum dan Kriminalitas

23 Tersangka Diringkus dalam Kejahatan Jalanan, Personel Kring Reserse Bakal Diprioritaskan di Empat Kecamatan Ini

Berselang dua hari, halaman loby utama Polres Malang kembali dijejali puluhan tersangka, Jumat (17/1/2020). Setelah sebelumnya, sebanyak 19 tersangka dari 15 kasus jaringan narkoba berhasil diringkus jajaran Satreskoba Polres Malang, Rabu (15/1/2020). Kali ini giliran Satreskrim Polres Malang yang unjuk kebolehan.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, menjelaskan dalam kurun waktu yang sama, yakni 15 hari anggota Satreskrim Polres Malang dan Polsek Jajaran berhasil meringkus puluhan tersangka kasus pidana. Dimana, dalam agenda Operasi Brantas Kejahatan Jalanan yang berlangsung sejak 1 hingga 15 Januari 2020, korps berseragam coklat ini mampu mengungkap sebanyak 20 kasus.

”Dari 20 kasus street crime (kejahatan jalanan) yang terungkap, terdapat 23 tersangka yang kami amankan,” kata anggota Polri yang akrab disapa Ujung ini, saat sesi rilis ungkap kasus kejahatan jalanan berlangsung, Jumat (17/1/2020).

Dari 20 kasus yang terungkap, lanjut Ujung, didominasi dengan kasus Curat (Pencurian dengan pemberatan). Yakni dengan 5 kasus. Kemudian, tindak kejahatan penggelapan serta penganiayaan yang disertai pengeroyokan ada di posisi kedua. Dimana dari kedua kasus tersebut masing-masing ada 4 kasus yang berhasil diungkap Polres Malang.

Lanjut, tindak kejahatan Curanmor (Pencurian kendaraan bermotor) ada di posisi selanjutnya, yakni dengan 3 kasus, pemerasan 2 kasus, dan terakhir pencurian hewan dan perampasan masing-masing ada satu kasus.

”Ada beberapa wilayah yang masuk zona rawan kejahatan tindak pidana, diantaranya Kecamatan Poncokusumo, Turen, Singosari, dan Dampit,” terang Ujung.

Perwira polisi dengan pangkat dua melati di bahu ini, menambahkan jika dari 23 tersangka yag diamankan. Tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan menjadi kasus dengan jumlah tersangka terbanyak, yakni 6 orang.

Menyusul, kasus curat dengan 5 tersangka, penggelapan 4 tersangka, curanmor 3 tersangka, perampasan dan pemerasan masing-masing 2 tersangka, dan terakhir satu tersangka dari hasil ungkap kasus pencurian hewan.

”Untuk ungkap kasus pencurian hewan ini sebenarnya ada 2 tersangka, satu diantaranya kami amankan sedangkan satu tersangka lainnya masih berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang),” jelas Ujung.

Meski sudah ada 20 kasus dan 23 tersangka yang diungkap Polres Malang, namun Ujung mengaku masih akan terus mengembangkan kasus yang sudah diungkap oleh anggota Satreskrim dan Polsek jajaran yang ada di wilayah hukum Polres Malang tersebut.

”Kami akan memperkuat patroli ke wilayah rawan tindak kejahatan pidana (Kecamatan Poncokusumo, Turen, Singosari, dan Dampit). Anggota yang dikerahkan untuk melakukan kring reserse (wilayah yang dianggap rawan kejahatan) juga akan kami fokuskan dan prioritaskan di empat wilayah rawan kejahatan tersebut,” tutup Ujung.(Al/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close