Kesehatan

Bolak-balik Ambil Air Selama Krisis Air, Para Wanita Keluhkan Sakit Perut

Terhitung sudah kurang lebih sepekan gangguan layanan air bersih PDAM atau Perumda Tugu Tirta Kota Malang masih berlanjut. Kejadian ini menjadikan warga terdampak kesulitan mendapatkan air.

Keluhan-keluhan itu terus diungkapkan, lantaran air dari tangki yang dikirimkan Perumda Tugu Tirta Kota Malang tidak bisa memenuhi kebutuhan mereka.

Kesulitan air yang dialami warga itu akibat dari jebolnya pipa jaringan air Perumda Tugu Tirta Kota Malang yang berada di Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang.

Beberapa diantaranya, dialami oleh warga di kawasan Perumahan Bulan Terang Utama (BTU), Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang. Aktivitas mereka sejak pagi terpantau mengantre di area tandon fasilitas perumahan.

Mereka membawa galon-galon besar di motornya untuk bolak-balik mengusung air guna kebutuhan keluarganya. Bahkan salah seorang warga mengeluhkan penyakit ‘Kangser’ atau bahasa medisnya dikenal sebagai turun peranakan (prolaps uteri).

Lantaran, para wanita harus menandon air secara mandiri dengan mengangkat beberapa galon. Bahkan, dalam sehari bisa mencapai 10 kali. “Kesusahan sekali (air mati), apalagi saya punya anak bayi. Sekali ambil ini dua galon saja cuma satu bak kecil. Kan nggak cukup,” ungkap salah satu warga, Wahyuningsih, Jum’at (17/1).

Menurutnya selama masa gangguan layanan air tersebut, tangki air dari Perumda Tugu Tirta memang sudah datang. Namun, dirasa tidak maksimal karena tidak memenuhi kebutuhan semua warga. Apalagi, tangki air tidak datang setiap waktu.

“Tangki dari PDAM kalau masuk sini baru dua kali, tapi ya nggak cukup. Itu satu tangki saja separuh warga yang bisa dapat. Terus datangnya itu di jam-jam orang kerja, ya kalau yang bapak-bapak nggak kerja, lha ini kan kerja, kan nyiksa. Bapaknya nggak bisa ngambil, kita yang perempuan bolak balik,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan warga lainnya, Liana. Sudah selama satu minggu sejak air mati pada Sabtu (11/1) lalu dirinya rutin mengambil air dari tandon perumahan. Dalam sehari ia bisa mengambil bolak-balik menggunakan dua galon besar selama kurang lebih 20 kali. Karena harus mencukupi sebanyak 7 orang di keluarganya.

“Susahnya ini, keluarga banyak, kalau dari bawah harus ngambil ke atas. Ngambil air ada 20 kali, apa lagi saya keluarga ada 7 kebutuhan airnya ya banyak. Ini sudah satu minggu ambil air di tandon perumahan,” paparnya.

Sementara itu, diketahui dampak dari jebolnya pipa jaringan air Perumda Tugu Tirta tersebut masih menyisakan sekitar 10 ribu pelanggan yang belum terlayani mendapatkan supply pengganti air bersih.

(acf/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close