Peristiwa

Solusi Antre Air Tak Panjang, Perumda Tugu Tirta Kota Malang Bakal Sebar 10 Tangki Portable

Jebolnya pipa jaringan air Perumda Tugu Tirta Kota Malang yang berada di Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang masih menyisakan dampak. Setidaknya, ada 10 ribu pelanggan yang nasibnya berada dalam ketidakpastian untuk satu bulan ke depan.

Ya, pasalnya supply air bersih baru bisa berjalan normal dalam kurun waktu satu bulan itu sembari menunggu pipa pengganti baru yang akan didatangkan. Keluhan warga juga terus berdatangan, lantaran untuk memenuhi pasokan air keluarga mereka harus mengambil air dengan menandon air secara rutin.

Upaya penyediaan tangki air juga sudah dilakukan, namun dianggap belum bisa memenuhi kebutuhan pasokan air di setiap keluarga. Efisiensi upaya penanganan supply air bersih disarankan DPRD Kota Malang dengan menyediakan tangki portable sebagai terminal air.

Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Trio Agus mengatakan usulan tersebut sudah ditindaklanjuti oleh Perumda Tugu Tirta Kota Malang. Ada 10 unit tangki portable yang disiapkan, dimana nantinya hal itu akan ditempatkan di titik-titik yang saat ini belum terlayani bantuan supply air bersih dengan maksimal.

“Sudah ada kesanggupan dari pihak PDAM untuk menyediakan 10 unit tangki air portable dengan kapasitas mencapai 2.000 liter per unitnya. Untuk harga pastinya masih belum tau, tapi kisaran Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per unit,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M. Nor Muhlas menyatakan sudah memberikan disposisi penyediaan tangki portable kepada bagian yang bersangkutan. Sehingga rencana pengadaan tangki air tersebut bisa segera dijalankan. Kapasitanya, yang pasti ternyata bisa mencapai 5.000 liter air.

Dari 10 unit yang ada, nantinya akan disebar ke tujuh titik yang masih kesulitan mendapat supply air bersih. Diantaranya, Kawasan Tlogowaru, Wonokoyo, Buring, Perumahan Bulan Terang Utama (BTU), Kebonsari hingga Sebagian Gadang juga di sekitar Kawasan Lowokdoro.

Hanya saja, pihaknya masih belum bisa memastikan kapan tangki air portable tersebut bisa dioperasikan. Karena, dari tangki yang ada itu masih harus dilakukan modifikasi pada kerannya sebelum didistribusikan ke titik-titik krisis air. Sehingga, satu tandon air bisa digunakan oleh orang banyak untuk mengantisipasi lamanya antrean.

“Saya sudah instruksikan ke bagian yang bersangkutan, tapi ini masih belum tahu gimana desain tangki air itu dimodifikasinya. Agar masyarakat nanti tidak perlu antre panjang, ya sekitar kurang dari satu minggu nanti akan didistribusikan. Mudah-mudahan solusi jangka pendek ini bisa segera terealisasi,” jelasnya.(acf/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close