Peristiwa

Sunda Empire Tak Terdaftar di Kesbangpol, Kepolisian Pantau Gerak-geriknya

Kehebohan masyarakat dengan postingan dan video Sunda Empire-Earth Empire (SE-EE) di media sosial, membuat berbagai pihak mulai bereaksi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) pun angkat bicara atas hal itu. Dimana, melalui Kepala Kesbangpol Kota Bandung Ferdi Ligaswara, menyampaikan, SE-EE tak terdaftar dan disebutnya nyeleneh.

“SE-EE ini tidak terdaftar di Kesbangpol sebagai organisasi masyarakat (ormas) atau organisasi kepemudaan. Keberadaannya akan kita telusuri karena nyeleneh (aneh) dan menyalahi aturan,” ucapnya kepada media, Jumat (17/1/2020).

Pernyataan orang nomor satu di Kesbangpol ini, menegaskan tak ada ormas yang mengaku-ngaku sebagai negara dalam negara. Seperti yang dilakukan oleh SEE-EE yang juga menyampaikan pemerintahan dunia berakhir di tahun 2020 ini. Serta mengajak seluruh manusia untuk datang ke Bandung dalam upaya memperbaiki sistem kehidupan dan hidup dengan cara mendaftar menjadi bagian dari kekaisaran matahari atau SEE-EE.

“Tak usah mencari-cari siapa. Cina, Amerika, Inggris. Hanya perlu ke Bandung, kalau tak semua uang dikunci, ditutup. Kalian akan terus menambah utang…” ucap seorang pria berseragam militer lengkap yang terlihat seperti pemimpin dari kerumunan orang-orang di dalam video yang viral.

SEE-EE sebagai ormas atau OKP, lepas akhirnya menjadi nyeleneh atau aneh serta memposisikan menjadi negara. Memiliki kewajiban terlebih dahulu mendaftarkan organisasinya itu di Kesbangpol.

“Aturannya seperti itu. Setiap organisasi atau kelompok mendaftarkan diri di Kesbangpol. Dimana organisasi itu satu syaratnya harus sesuai dengan aturan dan mengakui keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Ferdi.

Tak hanya Kesbangpol Kota Bandung yang bereaksi dan akan melakukan penelusuran atas keberadaan SEE-EE. Pihak kepolisian pun melakukan hal sama, yaitu melakukan monitor atas kegiatan tersebut.

Melalui Direskrimum Polda Jabar Kombes Hendra Suhartiyono, pihaknya masih melakukan pantauan dan pendalaman terkait gerakan SEE-EE. “Kita sudah memonitor dan pantau kegiatan itu. Kita akan dalami apakah serupa dengan Keraton Agung Sejagat di Purwarejo, atau berbeda,” ucapnya.

Seperti diketahui, beberapa hari lalu masyarakat juga digemparkan dengan kehadiran Keraton Agung Sejagat di Purwarejo. Sampai akhirnya membuat berbagai pihak turun untuk melihat dan melakukan pengecekan terkait kegiatannya. Ujungnya sang Raja dan Ratu dari Keraton Agung Sejagat melakukan hal itu bermotif penipuan.
Kondisi itulah yang membuat pemerintah daerah serta aparat keamanan pun bereaksi dengan adanya SEE-EE yang juga terkesan ‘nyeleneh’ dan aneh itu.

Khanif Udin, warganet berkomentar terkait adanya SEE-EE ini sebagai berikut, “Ni ada lagi yg ngaku2 Raja, duh?? gmana reaksi rakyat2 masyrakat nsmua?? mari lah Hati2 jangan ikut2 an orang2 yg tdk jelas?? ahirnya pasti cari duit cari popularitas byar jadi duit??  awas tipu sana siniii???? ni barang. baru yg penting dpt uang??” tulisnya.

M Dwi Riyadi juga menuliskan agar aparat segera untuk bertindak untuk memastikan keberadaan SEE-EE. “Maaf..smoga video ini cpt sampe kpda kepolisian…biar cpt ditelusuri n di cek kbenarannya…” ujarnya.(dn/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close