Hukum dan Kriminalitas

Polda Jatim Amankan Seorang Pria di Tulungagung Lantaran Terlibat Pencabulan Sesama Jenis

Seorang warga Tulungagung digrebek oleh Polda Jatim, lantaran menjadi pelaku pencabulan sesama jenis. Mirisnya lagi korban pencabulan masih berusia remaja.

Pelaku bernama Hasan, berusia sekitar 30 tahun, warga RT2 RW4 nomor 40 Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung.

Penangkapan terhadap Hasan diketahui setelah Polisi dari Polda Jatim memasang garis polisi di rumah Hasan pada Rabu (15/1/2020) malam.

Awalnya warga sekitar tidak ada yang tahu kasus apa yang tengah dihadapi Hasan.

“Tahu-tahu pagi hari sudah dipasang garis polisi seperti itu. Gak tahu kasusnya apa,” ucap seorang tukang becak, tetangga Hasan.

Namun informasi diperoleh dari Ketua RT setempat, Wajib (70) mengungkapkan jika Hasan ditangkap oleh personil Polda Jatim lantaran telah melakukan pencabulan sejenis.

Petugas dari Polda Jatim mendatangai rumahnya sekitar pukul 23.30 dengan menunjukan surat tugas. Wajib diminta untuk menjadi saksi penggeledahan dan reka adegan di rumah Hasan.

“Saat itu tangan Hasan sudah dalam kondisi terikat (borgol) plastik warna putih,” ucap Wajib.

Selain Hasan, Polisi juga membawa sekitar 6 korban pencabulan hasan. Rata-rata usia mereka masih di kisaran SMP – SMA.

Dari penggeledahan yang dilakukan di lemari Hasan, polisi menemukan sejumlah gambar pria kekar yang hanya memakai celana dalam. Selain itu juga ditemukan kondom dan daftar tarif kencan.

Selanjutnya hasan dan korban diminta memperagakan adegan pencabulan yang dilakukanya. Ada yang dilakukan di kasur, ada juga yang dilakukan di sofa. Dalam peragaan itu, Hasan seolah menghisap kemaluan korban.

“Ada yang ngaku di kasur, ada yang ngaku di kursi, semua suruh memeragakan,” sambung Wajib.

Hasan diketahui mempunyai usaha warung kopi di Pasar Burung, Desa Beji, Kecamatan Boyolangu dan dirimahnya.

Selama ini warga tidak curiga kepada Hasan, lantaran mengira yang datang adalah pelanggan warung kopinya.

“Selama ini memang sering ada tamu, tapi kami kan mengira memang pengunjung warung kopi. Tidak menyangka kalau jadi tempat begituan,” ujar Wajib.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendi Septiadi mengakui, ada penindakan dari Polda Jatim. Namun pihaknya hanya sebatas backup saja.(jp/ery)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close