Hukum dan Kriminalitas

Seorang Ibu Ditangkap setelah Polisi Periksa Mi Instan di Rumahnya

Tergiur upah Rp 100 ribu, seorang ibu rumah tangga bernama Sri Winarti (43), asal Jalan Muharto Gang V, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang,  nekat menjadi kurir sabu. Kenekatan itu tak pelak mengantarkan Sri ke penjara Polresta Malang Kota.

Wanita yang sehari-harinya tinggal di Perum Mahameru,  Desa Mandalawangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, ini tertangkap setelah kedapatan menyerahkan sabu kepada seseorang bernama Hari Susanto (25), warga Jl Muharto Gang VC  yang juga tercatat tinggal di Jl Cokroaminoto, Dusun Sonosari, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Tertangkapnya Sri bermula dari tertangkapnya Hari terlebih dulu.  Saat itu petugas mendapatkan informasi  bahwa Hari baru saja membeli sabu.

Dari situ petugas langsung mengejar Hari. Hari kemudian berhasil dibekuk petugas di Jl Satsuit Tubun Gang II, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Saat itu, dari tangannya, didapatkan barang bukti berupa tiga bungkus sabu yang dikemas dalam bungkus mi instan dengan total berat 13,42 gram. Petugas lalu melakukan pengembangan dan mengetahui Hari mendapatkan barang dari seseorang bernama Sri Winarti.

Tak menunggu lama, petugas langsung membekuk Sri di rumahnya. Saat itu ia sempat mengelak bahwa dirinya bukanlah kurir ataupun pengedar sabu.

Namun saat diperiksa lebih lanjut,  petugas mendapati bukti percakapan yang mengarah ke transasksi. Selain itu, petugas kemudian menemukan bungkus mi instan di rumah Sri. Dan saat dibuka, isinya paket sabu seberat 5,28 gram.

Sri mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang bandar. Sri mengambil barang dengan cara sistem ranjau. Sang bandar menghubungi Sri untuk mengambil di lokasi yang telah ditentukan. Setelah mengambil, Sri diperintahkan mengirim barang tersebut kepada seseorang dengan upah Rp 100 ribu sekali kirim.

“S (Sri) ini mengaku bukan pengedar, melainkan hanya sebagai seorang kurir yang mengantarkan barang atas perintah bandar. Sedangkan H pengakuannya hanya sebagai pengguna,” jelas Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata.

Tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 dan atau Pasal 112 Ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya minimal lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara. (as/hel)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close