Olahraga

Jokowi Bicara Piala Dunia U-20, Warganet: Bulu Tangkis Jangan “Dianaktirikan”

Perhelatan akbar di kancah olahraga kembali digelar di Indonesia. Setelah Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, Indonesia akan menjadi tuan rumah sepak bola Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang.

Perhatian besar atas penyelenggaraan Piala Dunia U-20 di Indonesia iti juga ditunjukkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kendati berstatus turnamen kelompok usia, Jokowi tidak ingin Indonesia menanggung malu lantaran gagal menjadi tuan rumah yang baik.

Karena itu, Jumat (17/1/2020) lalu, Jokowi mengundang jajaran terkait untuk membahas kesiapan Indonesia. Selain tentu saja PSSI sebagai induk organisasi sepak bola di Indonesia, Jokowi juga mengundang Kementerian BUMN, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, hingga panglima TNI dan KOI dalam rapat di Istana Negara itu.

Bahkan, di media sosial, lewat akun Twitter @jokowi, presiden menginformasikan persiapan Indonesia. “Sebanyak 24 negara dari lima benua akan bertanding di Piala Dunia FIFA U20 tahun depan. Sebagai tuan rumah, Indonesia menyiapkan 10 stadion.

Stadion-stadion itu harus representatif sebagai lokasi pertandingan kelas dunia. Kalau ada yang perlu direnovasi, ya disempurnakan,” ungkap Jokowi.

Warganet pun banyak memberikan dukungan agar Piala Dunia U-20 berlangsung sukses sebagaimana Asian Games 2018. Namun, tidak sedikit warganet yang menanggapi agar presiden tidak “menganaktirikan” bulu tangkis.

Menurut warganet, bulu tangkis jauh lebih berprestasi dan membuat harum Indonesia di dunia olahraga daripada sepak bola. Tetapi, untuk gedung tempat menyelenggarakan kejuaraan bulu tangkis level utama dunia, Indonesia hanya punya Istora Senayan. Di sisi lain, banyak stadion sepak bola yang bagus dibangun meski prestasi sepak bola jeblok.

“Pak Presiden Yang Terhormat. Tolong juga bangun stadium bulutangkis yang lebih besar dan layak daripada Istora. Ini olahraga sedari dulu masih aja ngandelin Istora. Sementara bulutangkis Indonesia gak pernah absen kasih prestasi ke bangsa ini. Ayolah Pak,” cuit @ZonaBulutangkis.

@INA_Bminton juga memberikan tanggapan agar Jokowi tidak melupakan bulu tangkis.
“Dear Mr Presiden..
Bulutangkis sebagai olahraga yang terus menerus memberikan kebanggaan kepada bangsa ini masih belum memiliki stadium bulutangkis yang memadai. Istora Senayan itu tidak cukup untuk menampung para penonton Badminton.
Jadi, kapan Pak giliran kita yg diperhatikan?” ungkapnya.

Senada, @iQrom juga menulis, “Pak Presiden, stadion bulutangkis lebih darurat dibutuhkan. Dua turnamen besar setiap tahun cuma mengandalkan Istora Senayan. Memalukan untuk olahraga yang tanpa henti membanggakan Indonesia.” (red/hel)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close