Wisata

Kerajinan Bambu Sumbermujur Tembus Singapura, Sayangnya Masih Pembeli Personal

Kerajinan bambu yang diprakarsai oleh kelompok Bengkel Bambu di sekitar obyek wisata Hutan Bambu desa Sumbermujur Candipuro, sebenarnya sudah mulai dikenal oleh peminat dari luar negeri. Bahkan kerajinan bambu ini sudah pernah penjual produknya sampai ke Singapura, dalam jumlah kecil karena merupakan pembeli untuk dipakai sendiri.

Jumiati, salah seorang penjual kerajinan bambu di wisata Hutan Bambu pada media ini mengatakan, semula kerajinan bambu di desa ini hanya merupakan kerja sampingan, namun saat ini sudah ditekuni secara sungguh-sungguh, karena peminatnya cukup tinggi, dari wisatawan yang datang ke Hutan Bambu.

Selain dijual kepada wisatawan yang datang ke Hutan Bambu, produk kerajinan bambu miliknya juga sering mendapatkan pesanan secara online dari berbagai kota di tanah air seperti Bandung, Surabaya dan Bali.

“Kalau yang beli secara online biasanya pemeasanannya melalui media sosial. Karena kita juga memasarkan secara online. Kita kirim melalui jasa pengiriman jika ada yang pesan,” kata Jumiati.

Sementara untuk diluar Indonesia, Jumati mengaku pernah mendapatkan pesanan dari Singapura, namun jumlahnya tidak banyak karena pemesannya memang untuk dipakai secara sendiri.

Kerajinan bambu yang dibuat di Bengkel Bambu Sumbermujur bentuknya masih berupa peralatan rumah tangga, seperti mangkok, gelas, cangkir dan teko dari bambu. Semua pengerjaannya dilakukan oleh warga setempat. Untuk mempercepan proses pembuatan, sudah dikerjakan dengan menggunakan mesin.

“Ada mesinnya pak di bengkel. Dulu kita kerjakan dirumah, sekarang kita sudah buat bengkel sendiri untuk membuat barang-barang ini. Semua produk kita dijual disini. Kalau hari sabtu dan minggu lumayan ramai juga pembelinya,” jelas Jumiati kemudian.

Saat Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq datang ke wisata Hutan Bambu, dalam rangka Temu Jaringan Ekowisata, pada hari Jumat (17/1) kemarin, kerajinan dari bambu ini sempat menarik perhatian dari Bupati Lumajang bersama istri, yang mengunjungi stand kerajinan ini sebelum acara Temu Jaringan Ekowisata dimulai. (maf/ery)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close