Pemerintahan

Rencana Penerapan Angkot Online Masih Dipertanyakan

Rencana penerapan angkutan umum atau angkot online di Kota Malang awalnya ditargetkan terealisasi pada 2020 ini. Kerja sama dengan penyedia platform angkot online itu sendiri juga telah dilaksanakan pada akhir 2019 lalu. Namun sejauh ini, realisasi atas kerja sama tersebut belum menemui titik terang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Handi Priyanto menyampaikan, sejauh ini Pemkot Malang terus berkoordinasi dengan penyedia platform angkot online tersebut. Termasuk juga dalam proses sosialisasi yang sepenuhnya diserahkan kepada penyedia platform.

“April mendatang kami berharap sudah ada progres untuk rencana penerapan angkot online ini,” katanya.

Handi menjelaskan, pelaksanaan angkot berbasis online tersebut sifatnya diserahkan sepenuhnya kepada para sopir angkot. Dia menyampaikan jika Pemkot Malang tidak menargetkan agar seluruh angkot di Kota Pendidikan ini beralih menjadi angkot berbasis online.

“Sepenuhnya kami serahkan pada masing-masing sopir angkot. Kalau mau berbasis online silahkan, atau juga jika tetap gunakan cara lama juga silahkan,” terangnya.

Sebelumnya, Pemkot Malang menargetkan agar uji coba penerapan angkot online dimulai April 2020. Hal itu menindaklanjuti MoU yang dilakukan Pemerintah Kota Malang dengan salah satu perusahaan penyedia aplikasi, yaitu Tron, yang dilakukan pada Selasa (26/11/2019) lalu.

Angkot online tersebut direncanakan untuk diterapkan lantaran dinilai menjadi salah satu pilihan untuk mengantisipasi kemacetan. Selain itu, Pemkot Malang juga menilai tingkat keberhasilan penerapan angkot online untuk meningkatkan pendapatan sopir angkot cukup signifikan. Hal itu diketahui dari hasil kunjungan yang dilakukan langsung ke Kota Bekasi yang terlebih dulu menerapkan sistem angkot online.

Saat menjalankan aplikasi tersebut, angkot tidak akan lagi ngetem seenaknya di jalan seperti sekarang. Namun, angkot akan langsung berjalan menuju lokasi yang ditetapkan oleh penumpang.

Selain itu, penumpang bisa dijemput di titik terdekat tanpa harus berjalan menuju halte. Karena halte nantinya akan berbentuk virtual dan penumpang akan bisa melihat pergerakan angkotnya.

Sementara untuk besaran biaya, masih akan dilakukan penghitungan. Sehingga akan ditetapkan berapa besaran biaya yang harus dikeluarkan para calon penumpang saat memanfaatkan layanan angkot online tersebut. Selain itu, nantinya sistem pembayaran direncanakan dilakukan menggunakan e-money. (Pa/Lnr)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close