Peristiwa

Penggilingan Tebu Terbakar, Tumpukan Ampas Tebu Capai 3 Meter Sulitkan Pemadaman

Sebuah penggilingan tebu di Dusun Kates, Rt. 2 /Rw. 2 Desa Serut Kecamatan Boyolangu habis terbakar, Minggu (19/1/20) siang. Kejadian pertama kali diketahui oleh pemilik rumah yang berada tepat di selatan pabrik itu.

“Tadi sekitar jam 12 siang pemilik rumah melaporkan ada kebakaran di pabrik penggilingan tebu,” ujar Ketua RT setempat, Sukijan.

Saat itu api sudah membesar lantaran banyaknya material yag mudah terbakar, seperti sepah tebu. Hanya butuh waktu sekitar 10 menit api sudah menyebar dan menghanguskan bangunan berukuran sekitar 10 x 30 meter itu.

“Enggak lama sekitar 10 menit api sudah menyebar,” tutur Sukijan lebih lanjut.

Sementara itu Kabid Damkar Tulungagung, Rakidi di lokasi kejadian menjelaskan api cepat menyebar lantaran cuaca yang panas dan angin yang bertiup cukup kencang.

“Kita tahu sendiri saat ini cuaca sangat terik meskipun sedang musim hujan,” ujar pria berkumis itu.

Saat kejadian kondisi penggilingan sedang tidak ada orang lantaran libur. Pabrik ini beroperasi musiman sesuai dengan panen tebu.

Ditambah tumpukan sepah tebu setinggi 3 meter yang cepat terbakar semakin mempersulit pemadaman. Petugas harus membongkar tumpukan sepah tebu untuk mendinginkan sepah tebu dengan cangkul garpu.

“Kita bongkar (sepah tebu) lalu kita siram, begitu terus,” terang Rakidi.

Meski lokasi kebakaran berada dekat dengan sungai, banyaknya tanaman enceng gondok membuat air sulit untuk disedot. Sehingga petugas tetap mengandalkan suplai air dari luar dengan menggunakan 2 tangki. Bahkan warga yang mencoba membantu dengan pompa air harus merelakan selangnya pecah lantaran tersumbat kotoran dari sungai.

Kendala lainya adalah angin yang bertiup membuat asap kebakaran kian tebal. Dampaknya beberapa petugas damkar sesak napas dan harus meminta pasukan oksigen dari petugas kesehatan.

“Karena asap yang pekat, ada yang sesak sehingga membutuhkan oksigen,” pungkasnya.

Dirinya masih belum bisa memperkirakan penyebab dan kerugian kebakaran ini, lantaran proses pembasahan masih berlangsung.

Melihat tingginya tumpukan sepah, pihaknya memperkirakan api akan sepenuhnya padam pada sore nanti. Saat ini di lokasi kebakaran ada 3 mobil kebakaran dan akan ditambah jika diperlukan.

Diketahui penggilingan tebu itu milik Teguh, warga Desa Tanjungsari. Pemilik masih belum bisa ditanyai lantaran masih shock.

Kebakaran ini merupakan kebakaran kedua pada tahun 2020. Sebelumnya telah terjadi kebakaran di Desa Besole, Kecamatan Campurdarat beberapa waktu lalu.(jp/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close