Politik

Muncul Malang Santri, Siapa Sosok yang Diusung dalam Pilkada Nanti?

Kontestasi Pilkada serentak 2020 di Kabupaten Malang terlihat mulai memanas. Setelah konvensi bakal calon (balon) wakil bupati (Wabup) dari Malang Jejeg sebagai kontestan dari jalur independen selesai, beredar adanya paslon lain yang akan meramaikan pilkada 2020.

Balon paslon itu mengusung tagline Malang Santri di foto yang kini ramai beredar di berbagai group WhatsApp (WAG). Lengkap dengan foto balon dan nama keduanya, yaitu Noval Akbar dan HM Yahya Arif, serta tulisan Balon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Malang.

Tak lupa kedua balon itu juga mencantumkan logo tiga partai politik (parpol) di atasnya. Yakni, PPP, Hanura dan partai Demokrat, sedangkan satunya masih belum terisi tapi sudah ada ruang berupa kotak berwarna kuning yang diindikasikan sebagai partai Gerindra pada nantinya.

Sekilas, foto yang beredar di WAG itu memperlihatkan bahwa kedua sosok yang sempat mengikuti konvensi balon Wabup Malang Jejeg, beberapa hari lalu, itu telah mendapat dukungan dari 3 parpol yang dicantumkannya. Plus satu parpol yang saat ini masih dalam tahap komunikasi, yaitu Gerindra.

Hal ini disampaikan oleh H Muhammad Yahya A salah satu balon bupati dan Wabup dari Malang Santri.

“Setelah dari Malang Jejeg dan akhirnya yang terpilih peserta lain, kami tetap berkomunikasi dengan para ulama di Kabupaten Malang. Dimana, saya dipandang perlu untuk tetap maju walau tak melalui Malang Jejeg. Sementara ini kita telah bernegosiasi dengan 4 partai,” ucap Haji Yahya, panggilan akrab, yang memposisikan dirinya di Malang Santri sebagai balon Wabup, Minggu (19/1/2020).

Dukungan para ulama ini, yang membuatnya bersama Noval Akbar, berinisiatif secara pribadi mengusung Malang Santri yang disebutnya sebagai Poros Tengah pada nantinya.

Inisiatif pribadi kedua balon Wabup Malang Jejeg yang tergeser dalam konvensi ini juga, lanjut Haji Yahya, didukung oleh parpol yang tercantum dalam foto yang beredar di WAG. Walaupun, komunikasi tersebut masih dalam tataran personal antara kedua balon dari Malang Santri dengan pengurus parpol.

“Saya ini maju (daftar, red) di PPP waktu itu dan besoknya sudah diberi kewenangan untuk memasang banner dan atribut lainnya. Sedang di Hanura masih berkomunikasi langsung dengan DPP. Untuk Demokrat, saya ini juga kadernya di Pasuruan. Kami terus komunikasi dengan DPP Demokrat,” urainya.

Keberadaan Malang Santri walau belum mendapat rekom dari tiga parpol yang tercantum dalam foto. Bukan berarti dukungan secara personal, lanjut Haji Yahya, tak ada. Ayah beranak 3 ini menegaskan, dukungan para ulama untuk maju di Pilkada 2020 serta perjuangan membangun Kabupaten Malang, dilandasi dengan niatan baik.

“Jadi memang untuk rekom parpol belum ya. Tapi komunikasi kami dengan parpol sudah dilakukan sampai pusat,” tegasnya yang optimis bahwa niat perjuangannya akan mendapatkan hasil berupa rekom dari parpol.

Kontestasi Pilkada Kabupaten Malang 2020 ini pun akan terlihat ramai, bila balon Malang Santri juga melaju ke palagan perang pada nantinya. Sehingga selain balon dari Malang Jejeg (Hari Cahyono-Gunadi Handoko), serta dari PKB dan PDI-Perjuangan yang dimungkinkan akan berhadapan dengan paslonnya masing-masing. Membuat peta politik di Kabupaten Malang patut untuk dicermati ke depannya.

Terpisah, Noval Akbar yang saat ini didaulat sebagai balon Bupati Malang Santei, juga menyampaikan hal senada. Bendahara Gerakan Pemuda Marhaenisme ini menyampaikan, Malang Santri akan diluncurkan dan ikut serta dalam kontestasi Pilkada 2020.

“Insya Allah benar mas, kami masih jajaki untuk konsolidasi dengan Gerindra dan Nasdem untuk dukungan yang lebih besar. Beberapa partai di luar parlemen juga akan kami gandeng juga untuk bisa membentuk poros tengah di Pilbup ini,” ujarnya kepada kami.

Walau disebut sebagai gerakan yang lahir dari inisiatif pribadi dan dadakan dengan melihat fenomena yang ada di Kabupaten Malang, Malang Santri telah mulai bergerak setelah kedua sosoknya terlempar dari Malang Jejeg yang lebih memilih Gunadi Handoko. Dukungan para kiai di Kabupaten Malang yang diklaim Haji Yahya serta pemetaan Malang Santri membuat tim mereka mulai bergerak untuk mempublikasikan kedua balonnya itu.

“Sementara lewat foto di group. Belum sampai ke banner seperti saya di PPP karena sudah ada instruksi sejak pendaftaran. Untuk partai lain masih komunikasi, tapi kami pandang perlu gebrakan ini,” ucap Haji Yahya yang menegaskan  Kabupaten Malang butuh sosok pengayom dari kalangan santri yang bukan saja Jejeg.

“Karena Jejeg belum pasti santri, tapi Malang Santri pasti santri,” tandasnya.(dn/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close