Agama

Puluhan Umat Mandikan Patung Dewa Dewi Jelang Imlek

Perayaan tahun baru Imlek tinggal sebentar lagi, tepatnya Sabtu 25 Januari 2020. Segala persiapan perayaan bagi warga berdarah Tionghoa tentu sudah dalam pelaksanaan. Mulai dari menyiapkan pernak-pernik, busana, makanan, hingga persiapan peribadahan.

Di Kota Malang, Kelenteng Eng An Kiong sebagai tempat beribadah  mulai bersolek. Bahkan, Minggu (19/1/2020),  Kelenteng Eng An Kiong digeruduk puluhan warga berdarah Tionghoa di Kota Malang. Mereka bergotong-royong memandikan patung dewa dewi.

Jemaat kelenteng yang terdiri dari tiga agama, yakni Konghuchu, Tao, dan Buddha, tersebut bahu-membahu membersihkan rupang dan patung dewa dewi yang sudah berumur ratusan tahun.

Prosesnya, satu per satu patung dewa dewi diturunkan dari altar, berikut aksesori, buku, dan rupang yang kemudian mulai dibersihkan. Pemandian patung juga menggunakan air sabun dan air bunga. Rencananya, pembersihan ini bakal berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Sebelumnya, Sabtu (18/1) telah digelar upacara Sung Sien atau mengantar roh suci kepada Tuhan Yang Maha Esa. Para roh suci membawa tugas untuk menyerahkan catatan amal manusia di bumi selama setahun.

Upacara dilaksanakan penganut Khong Hu Cu, Tao, dan Buddha Mahayana di Kelenteng Eng An Kiong. Upacara dilaksanakan seminggu sebelum tahun baru Imlek yang sekaligus sebagai penutup sembahyang akhir tahun.

“Bagi kami, dewa dewi ini nanti diharapkan suci kembali. Makannya dibersihkan dari tempat altarnya seiring nanti menunjukkan bimbingan kepada kami untuk menunjukkan tahun ke depan,” ungkap Humas Klenteng Eng An Kiong Malang Bunsu Anton.

Hampir seluruh ruangan di kelenteng yang didirikan tahun 1825  silam ini tampak bersiap menyambut pergantian tahun berdasarkan penanggalan Tionghoa. Pembersihan patung memang dilakukan pasca-sembahyang sebagai pengantar dewa dewi ke langit untuk melaporkan amal perbuatan manusia selama satu tahun terakhir kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Rupang pun demikian. Agar selama perayaan ibadah tahun baru Imlek menyambut warga, karena bersembahyangnya ada rupang dan patung. Sehingga umat yang datang ke kelenteng bisa khusyuk menjalankan ibadah perayaan ini,” pungkas Bunsu Anton. (acf/hel)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close