Ekonomi

Jangan Main-main Bikin Konten YouTube, Bisa Jadi Mendatang sebagai Syarat Melamar Kerja

Video kini telah menjadi media yang memiliki kekuatan untuk memicu perubahan. Hal ini dapat terlihat dari kehadiran YouTube sebagai salah satu penyedia medium berbagi video online.

Hasil riset We Are Social dan Hootsuite pada Januari 2018 menyatakan terdapat 130 juta pengguna media sosial yang aktif di Indonesia. YouTube sendiri menjadi aplikasi media sosial yang paling sering digunakan di Indonesia, yaitu sebanyak 43 persen, mengungguli Facebook (41 persen).

YouTube juga telah turut membentuk budaya partisipatoris di era media sosial. Kini, siapa pun bisa bebas memproduksi konten baik secara individual maupun secara kolektif dan membagikannya di YouTube.

Kali ini dalam seminar ‘Video Creator’ yang digelar di Pesta Wirausaha Blitar 2020 di kampus Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar, Minggu (19/1/2020), Wawan Saktiawan (Komika,CEO Idozad) asal Malang membagikan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam membuat suatu konten.

Menurut Wawan, hidup di jaman sekarang dituntut untuk eksis. Oleh sebab itu, orang khususnya pelaku usaha harus membuat konten video karena video merupakan konten yang paling komunikatif. Video memiliki potensi viral, mentransfer emosi dan mendetailkan informasi.

“Setiap video mengandung potensi untuk menggugah perasaan, dan inilah awal dari membuat video menjadi viral. Kuncinya ciptakan elemen penggugah perasaan di video Anda,” ungkap Wawan dalam paparanya.

Dikatakannya, membuat video jaman sekarang ini semakin mudah dengan kehadiran ponsel android. Hal ini membuat perkembangan video YouTube semakin pesat dan diprediksi kedepan prospek video ini semakin bagus. Hal ini terlihat diantaranya di perkuliahan, dimana dosen dalam memberikan tugas-tugas kuliah memakai video untuk melihat sejauh mana teamwork atau kekompakan mahasiswanya.

“HP sekarang itu canggih-canggih dan bagus-bagus. Bikin video itu gampang, tapi video yang kreatif dan menarik itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh creator. Diantaranya membuat script naskah. Script ini penting agar kita tahu mau ngomong apa, tentukan kita mau ngomong dengan bahasa Indonesia, Jawa atau campuran,” paparnya.

Wawan memprediksi, pesatnya perkembangan video memungkinkan perusahaan-perusahaan dalam membuka lowongan kerja akan mencantumkan channel YouTube. Teknis semacam ini untuk memudahkan perusahaan melacak profil orang yang melamar pekerjaan.

“Bisa jadi di tahun-tahun mendatang, jamannya teman-teman kerja channel YouTube menjadi kewajiban bagi pencari kerja untuk dicantumkan dalam curriculum vitae (CV). Untuk melamar kerja, bisa jadi kedepan introdaksi perkenalan kita butuh direkam dan dicantumkan di channel YouTube kita,” lanjutnya.

Lebih dalam di kesempatan ini Wawan mengajak kawula muda yang hobi sosial media untuk kreatif. ”Main medsos dari rumah jangan asal main, ayo kreatif. Dengan maen Facebook, bikin konten YouTube kita bisa dapat banyak uang, bahkan penghasilan diatas UMK pun kita bisa,” tegasnya.

Dilansir dari kumparan.com, Wawan Saktiawan, komika asal Malang ini sudah tidak asing lagi di dunia Stand Up Comedy Indonesia. Lawakannya yang ringan dan mampu mengocok perut selalu menghibur.

Namun, nama Wawan Saktiawan kini sudah jarang muncul. Bukan karena sepi job, tapi dia sengaja menepi dari dunia yang membesarkan namanya. Kini, dia memilih untuk aktif merintis usaha. Usahanya tentu tak lepas dari dunia kreatif. Jika dia besar karena stand up, kini dia ingin membantu orang menjadi sukses. Salah satunya melalui usaha studio kreatif yang ia beri nama Idozad.

Bermodalkan ruko dengan dua lantai. Dia menyulapnya menjadi warung kopi dan studio kreatif. Tak tanggung-tanggung ruangan di lantai 2 berukuran 5×10 meter disulap menjadi ruang hijau. Ya, studionya khusus menyediakan green screen untuk kebutuhan para YouTuber.(Ar/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: