Peristiwa

Krisis Air, Warga Buring Masih Kesulitan Mendapat Akses Air Bersih

Jebolnya pipa jaringan air milik PDAM atau Perumda Tugu Tirta Kota Malang masih belum menemui solusi. Meski jumlah pelanggan yang terdampak sudah berkurang, namun masih ada warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.

Saat ini, dari jumlah aeal sekitar 26.000 masih tercatat sekitar 6.500 an pelanggan Perumda Tugu Tirta Kota Malang yang masih kesulitan mendapat air bersih untuk memenuhi kebutuhan hariannya.

Berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk memenuhi kebutuhan air warga terdampak akibat kejadian tersebut, mulai dari rekayasa jaringan dan droping air bersih, belum bisa memberikan bantuan secara optimal. Salah satunya, yakni di kawasan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Buring II, yang terletak di Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Salah seorang warga, Dewi Andrias mengatakan, memang beberapa mobil tangki yang melakukan dropping air selama krisis air sudah didatangkan dari Perumda Tugu Tirta Kota Malang. Namun, jumlah yang didatangkan dinilai masih kurang, dan bahkan jauh dari kata cukup.

“Di sini itu mulai krisis air, 3 hari setelah kejadian pipa pecah itu. Karena kebutuhan air warga masih bisa mengambil dari tandon. Tapi ya gitu, warga pontang panting mencari air bersih. Mobil tangki air juga tidak bisa diprediksi kapan datangnya, jumlahnya juga kurang sekali,” ujarnya.

Menurutnya, kapasitas mobil tangki air yang dibutuhkan untuk memenuhi warga Rusunaea sejumlah 98 KK sebanyak 6 mobil dalam satu hari. Namun, droping air yang datang jauh dari jumlah tersebut. Bahkan, ia menyebut dalam satu hari selama krisis air pernah tidak ada dropping air sama sekali. “Jadi ya, kira-kira butuhmya 5-6 mobil tangki air. Karena dulu pernah ngobrol sama orang UPT, katanya tandon itu penuhnya segitu. Kan kita selama ini ambilnya juga dari tandon. Lha kalau kurang (dropping airnya) ya tetap saja kita harus cari di luar,” imbuhnya.

Keadaan tersebut menjadikan dirinya dan warga lainnya cukup kelimpungan untuk mendapatkan akses layanan air bersih. Bahkan, beberapa warga menurutnya sampai mencari supply air secara seadaya dengan menggunakan kendaraan pribadinya.

Tak hanya itu, untuk memenuhi kebutuhan air di rusunawa tersebut warga terpaksa memanfaatkan sungai yang bearada di sisi timur. Air sungai itu digunakan untuk mencuci baju dan mandi dengan keadaan air yang keruh. “Itu kan ada warga yang punya pickup, itu digunakan cari air bersama warga lainnya. Ada juga tetangga saya yang pakai air sungai untuk mandi dan cuci baju, bahkan sempat dibawa ke rumahnya. Itupun kalau sungainya ga kering, warga juga mengeluh punggungnya sakit karena harus bolak-balik mengangkut air sampai lantai 5,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemkot Malang telah menjamin sebanyak 3.522 pelanggan Perumda Tugu Tirta Kota Malang mulai teraliri air bersih. Beberapa di antaranya, di zona wilayah Buring 2D di SDN Bandungrejosari, Keben II Permai, Kepuh, Simpang Kepuh, S. Supriadi, Kebonsari, dan Satsui Tubun sebanyak 1496 pelanggan.

(ari/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close