Ekonomi

Pertamina Siap Ikuti Perubahan Subsidi Elpiji Melon

Pemerintah pusat berencana mengubah mekanisme penyaluran subsidi elpiji tiga kg atau elpiji melon dengan skema tertutup. Artinya, jika selama ini subsidi disalurkan dalam bentuk harga elpiji murah, akan diubah dengan memberikan secara langsung kepada masyarakat miskin.

Kebijakan yang rencananya bakal ditargetkan berlaku mulai pertengahan tahun 2020 ini dinilai sebagai salah satu bentuk untuk mencegah kebocoran subsidi. Dengan begitu, orang yang mampu tak mendapat subsidi. Artinya, mereka membeli elpiji 3 kg dengan harga normal tanpa bantuan.

Yang mana, harga jual gas melon ini tentu juga akan disesuaikan dengan harga pasar. Jika hal itu disetujui, diperkirakan harganya bisa mencapai Rp 35.000 per tabung.

Menanggapi hal itu, Unit Manager Communication Relation and CSR Pertamina MOR V Rustam Aji mengatakan operator Pertamina pada prinsipnya siap dengan kebijakan pemerintah tekait mekanisme distribusi subsidi elpiji 3 kg. Apalagi, kebijakan itu untuk mengatur penyaluran subsidi bisa tepat sasaran.

“Sebagai operator, prinsipnya Pertamina siap dengan kebijakan pemerintah tekait mekanisme distribusi elpiji 3 kg, termasuk jika nanti akan dilaksanakan dengan sistem tertutup,” ujarnya.

Dengan kebijakan tersebut, pihaknya juga akan selalu memastikan availability (ketersediaan) produk elpiji bagi masyarakat. Sehingga, ketika ada keputusan, maka Pertamina juga memastikan lembaga penyalur siap dengan mekanisme distribusi tertutup tersebut.

Meski begitu, pihaknya masih tetap akan menunggu perkembangan keputusan dari pemerintah pusat berkaitan dengan kebijakan itu. Selain itu,  perihal aturan baru pembatasan pembelian untuk tabung gas melon itu. Wacananya hanya dapat dibeli sebanyak tiga kali dalam sebulan.

“Saat ini kami juga masih menunggu arahan selanjutnya dari pemerintah untuk skema atau mekanisme dan waktu pelaksanaannya,” pungkasnya.

(acf/hel)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close