Pemerintahan

Target PAD Parkir Naik di 2020, Dishub Pemkot Blitar Bakal Lakukan Ini

Target pendapatan asli daerah (PAD) Kota Blitar dari sektor retribusi parkir, mengalami kenaikan yang signifikan, sekitar 30 juta rupiah. Target pendapatan retribusi yang harus dipenuhi juru pakir Kota Blitar sebesar Rp 1,73 miliar dari semula Rp 170 miliar.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Blitar, Priyo Suhartono dilansir kami dari laman situs resmi Pemkot Blitar, Senin (20/1/2020). Menurut Priyo, sejak tahun 2017 target pendapatan retribusi parkir terus mengalami peningkatan.

Tahun 2017, target yang ditetapkan sebesar Rp 1,02 miliar, naik menjadi Rp 1,35 miliar di tahun 2018. Tahun berikutnya, target pendapatan retribusi parkir kembali dinaikkan menjadi 1,65 miliar rupiah. Sedangkan pada perubahan APBD 2019, target pendapatan retribusi parkir menjadi 1,7 miliar rupiah.

Priyo menegaskan meski mengalami kenaikan setiap tahunnya, namun target pendapatan retribusi parkir selalu terpenuhi. Bahkan di tahun 2019 target yang tercapai sebesar 105%.

“Selama kenaikannya masih realistis dengan kondisi di lapangan, kami siap memenuhinya. Sebenarnya kalau kita bicara lahan parkir semakin berkurang ya, sekarang ruko yang parkirnya di tepi jalan diganti di halaman sudah tidak bisa dipungut. Makanya, kita akan optimalkan lahan yang ada,” jelas Priyo dilansir kami dari laman situs resmi Pemkot Blitar.

Dia menambahkan, tahun ini pihaknya akan intens melakukan pembinaan bagi juru parkir agar capaian di tahun lalu bisa diulang kembali. “Kami juga akan gencar menertibkan juru parkir nakal yang tidak memberikan karcis, atau memberikan karcis palsu ke pelanggan. Sedangkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pihaknya memiliki program undian karcis parkir berhadiah yang diundi satu tahun dua kali,” paparnya.

Sekadar diketahui, tarif retribusi parkir untuk sepeda motor di Kota Blitar sebesar 2.000 rupiah dan 3.000 rupiah untuk tarif mobil. Sementara untuk tarif retribusi parkir insidentil 3.000 rupiah untuk sepeda motor dan 5.000 rupiah untuk mobil. (mn/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close