Peristiwa

Pernyataan Bupati Jombang Dinilai Tendensius, Ribuan Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah Geruduk Pendopo

Ribuan warga Thoriqoh Shiddiqiyyah menggelar aksi dan doa bersama di depan Pendopo Kabupaten Jombang pada Senin (20/1) siang. Aksi ini untuk memprotes pernyataan Bupati Jombang yang dinilai mengintervensi perkara hukum yang melibatkan salah satu pengurus Thoriqoh Shiddiqiyyah.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIB ini, dipusatkan di area Alun-alun Kabupaten Jombang atau tepat di sisi barat Pendopo Kabupaten Jombang.

Ribuan massa yang datang langsung membentuk barisan dengan membentangkan poster dengan bertuliskan berbagai macam tuntutan. Aksi damai yang dilakukan ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya Tiga Stanzah.

Setelah itu, beberapa peserta aksi saling bergantian melakukan orasi. Aksi damai tersebut kemudian ditutup dengan berdoa bersama di tengah Alun-alun Jombang.

Pada tengah-tengah kegiatan aksi tersebut, beberapa perwakilan massa melakukan audiensi dengan pihak Pemkab Jombang di ruang pertemuan Swagata Pendopo Kabupaten Jombang. Proses audiensi berjalan selama satu jam.

Humas Thoriqoh Shiddiqiyyah Muchammad Soleh mengatakan, audiensinya kali ini tidak ditemui langsung oleh Bupati Jombang Mundjidah Wahab melainkan oleh Assisten 1 Pemkab.

Ada tiga tuntutan yang disampaikan pada pertemuan tersebut oleh pihak Shiddiqiyyah ke Pemkab Jombang. Yakni, bupati tidak boleh mengintervensi hukum, bupati harus netral dan bupati harus meminta maaf kepada warga Thoriqoh Shiddiqiyyah di media terkait pernyataan bupati yang tendensius dan dapat menekan penegak hukum sebelum fakta hukum jelas.

“Sebagaiman yang kita ketahui bersama dalam liputan media massa beberapa waktu lalu, ibu Bupati menyampaikan minta segera diselesaikan. Ini kami mengganggap suatu statmen yang tendensius dan mempunyai pressure ke proses hukum yang berlaku,” terangnya saat diwawancarai wartawan di Pendopo Kabupaten Jombang.

Terkait permasalahan hukum yang menyeret nama salah satu pengurus Thoriqoh Shiddiqiyyah itu, dikatakan Soleh, pihak pondok sudah menunjuk tim kuasa hukum. Untuk itu, Soleh menyampaikan tidak akan menjelaskan terkait permasalahan hukum yang sedang berjalan.

“Terkait dengan proses hukum, tentunya kami tidak bisa mengklarifikasi lebih jauh. Karena tugas kami sebagai humas adalah menyampaikan dinamikan dari perkembangan kasus ini,” tuturnya.

Sementara, Asissten I Setdakab Jombang Anwar tidak bisa menjelaskan secara detil hasil dari pertemuan dengan pertemuan dengan pihak Thoriqoh Shiddiqiyyah itu.

Dikatakan Anwar, Bupati Jombang berhalangan hadir karena sedang berada di Jakarta, sedang Wakil Bupati juga sedang berada di Surabaya. “Pada prinsipnya menyampaikan tiga tuntunan dari warga Shiddiqiyyah. Saya gak hafal tadi. Ke depannya kita akan sampaikan ke bupati. Kita hanya mewakili saja,” pungkasnya. (ar/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close