Peristiwa

Wanita Ini Ungkapkan Kepedihan karena Usia Pernikahannya Hanya 12 Hari

Menyedihkan dan juga mengharukan. Begitulah yang bisa dinilai dari cerita ini. Sebuah prosesi pernikahan yang seyogyanya membahagiakan, rupanya, malah berujung menyisakan luka dan kepedihan yang mendalam.

Ya, melalui akun sosial media Twitter, @NaimaMaheswari berbagi kisah perjalanan pernikahan  singkatnya yang menyisakan kepedihan itu dengan thread atau utas yang sangat panjang.

Cerita itu dikemas dengan judul MARRIED FOR 12 DAYS, Based on My Real Story, Catatan Terkelam Sepanjang Bidupku. Satu per satu catatan itu dituliskannya. Bermula dari perkenalan hingga akhirnya ia harus mengalami rasanya menjalani kehidupan pernikahan. Sayangnya pernikahan itu hanya berjalan selama 12 hari.

Ia menikah pada 13 Desember 2019 lalu, kalau orang-orang menilai pengantin yang masih hangat-hangatnya. Namun, pada 25 Desember 2019, Nay (biasa dia  dipanggil) secara tiba-tiba ditinggalkan begitu saja tanpa aba-aba, tanpa ada penjelasan apa pun.

Keganjalan akan rusaknya hubungan percintaannya sebetulnya sudah mulai dirasakan Nay pada hari mendekati pernikahannya. Namun, ia mengaku jika hal itu merupakan ujian menjelang prosesi pernikahan seperti yang biasa disebut oleh orang-orang lain.

Nay sendiri menceritakan dirinya dan pasangannya telah menjalin hubungan sejak tahun 2018. Layaknya seorang perempuan dan lelaki yang tengah melakukan PDKT (pendekatan), mereka saling chating 24 jam full dalam satu minggu, bahkan biasa juga saling menelepon hingga dini hari.

Sampai akhirnya, pada 20 April 2019 secara tiba-tiba, sang lelaki berkeinginan menjalin hubungan yang serius. Kaget, itu pasti karena usia Nay baru menginjak 23 tahun. Yang awalnya ia menganggap berhubungan serius ke arah pacaran, rupanya Nay diajak menikah.

Singkatnya, pada bulan itu juga ada pertemuan keluarga yang akhirnya menentukan tanggal pernikahan mereka akan dilangsungkan pada 13 Desember 2019. Sangat cepat di luar dugaannya. Namun Nay telah yakin.

Semula, dalam prosesi lamaran hingga prewedding pada tanggal 24 September, segala persiapan pernikahan masih berjalan dengan lancar. Bahagia, dan belum ada keanehan layaknya pasangan yang menantikan hari bahagianya.

“Belum ada yang aneh. Sesi kami laksanakan dengan enjoy dan bahagia (selayaknya pasangan yang menantikan hari bahagia). Ngga ada fikiran lain selain seneng, bahagia dan bersyukur sama Allah sudah diberi kenikmatan seindah ini..,” tulisnya.

Hingga, sebulan menjelang pernikahan, munculah keganjalan itu. Namun, selisih pendapat yang dia alami saat itu masih bisa terselesaikan.

“Sampai di H-30 ada sedikit kerikil, kalo orang² bilang cobaan sebelum pernikahan
Kita selisih pendapat sampai bertengkar hebat dan sampai terdengar di telinga orang tua kami
Akhirnya kedua keluarga bertemu,dan syukurlah masalah bisa teratasi,” ungkap Nay.

Namun, tak disangkanya kerikil itu terus muncul. Bahkan hingga mendekati hari pernikahannya. Nay masih menahannya karena semua persiapan sudah berjalan, bahkan undangan juga telah disebarkan.

Tepatnya H-10 pernikahan, ia tak sengaja menemukan chat yang dilakukan lelakinya dengan kakak iparnya. Tak disangka bahwa di situ terungkap lelakinya selama ini tidak memandangnya dengan cukup baik.

Nay seorang yang pekerja keras. Setiap harinya dari pagi hingga sore ia membantu usaha keluarganya. Malam harinya ia masih mengajar private anak SMP dan SMA. Sementara Sabtu dan Minggu ia mengajar tambahan di salah satu sekolah islam.

Namun, kepedulian yang selama ini ia anggap ada dari sang lelaki rupanya berbalik. Chat yang ia temukan dengan kakak iparnya itu seolah menjadi pembuktian jika sang lelaki tak sebijak yang dirasakannya selama ini. Segala apa yang dikerjakannya malah dijelek-jelekkan.

Namun, Nay masih mencoba bertahan. Hingga akhirnya tiba hari pernikahan mereka. Semua berjalan lancar. Akad pukul 07.00 pagi pada 13 Desember 2019 hingga acara selesai berjalan dengan penuh kebahagiaan. Semua rasa keganjalan sirna.

Tapi, hal itu tak lama dirasakannya. Menjalani hari-hari pernikahan bersama lelakinya cukup sulit. Banyak sekali hal yang dianggap ganjal. Mulai dari perlakuan si lelaki yang berubah, keluarga si lelaki yang seolah tak menganggapnya ada, hingga tak ada aktivitas layaknya suami istri pada umumnya seperti nafkah secara batin pun belum ia dapatkan.

Sampai tibalah di hari ke-12, hari di mana hal yang dirasakan kelam itu terjadi. Perhatian yang tidak didapatkan ketika Nay sedang sakit diare, hingga lemas dan pada akhirnya Nay meminta dijemput orang tuanya.

Malam harinya, kedua orang tua Nay mencoba berbicara baik-baik akan sikap yang diperlakukan oleh si lelaki terhadap anaknya itu. Rupanya, dari situ si lelaki memutuskan untuk tak lagi ingin meneruskan biduk rumah tangga bersama Nay. Malam itu pula, Nay berpisah tanpa sebab tanpa alasan yang jelas.

Rasa sakit dan menuntut penjelasan ketika meminta kepada orang tuanya dengan baik. maka seharusnya mengembalikannya dengan baik diabaikan oleh si lelaki hingga saat ini. Setelah kejadian itu, bahkan Nay tak sanggup untuk keluar rumah dan memilih diam di kamarnya selama dua minggu berjalan.

Namun ia bangkit. Dia tak mau terpuruk apalagi setelah melihat pengorbanan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Meskipun, ada tetangga dan saudaranya yang tak tahu-menahu menganggapnya aneh karena seolah mempermainkan pernikahan.

Dari kisah ini, Nay mengaku untuk menjadikan pelajaran bagi setiap orang sebelum melanjutkan hidup ke jenjang pernikahan. Tak ada yang salah dengan pernikahan. Hanya Nay menjadi seorang yang kurang beruntung mendapat seseorang seperti lelaki yang dia sebut dalam kisahnya ini.

“Aku share ini karna tidak ingin kalian merasakan dan mengalami hal yang sama. Bukan hanya sholat dan agamanya,tapi lihat dia saat dia di puncak amarah dan gimana dia mengatasi masalah baik itu untuk dirinya sendiri atau orang lain. Aku harap aku yg terakhir yang merasakan ini,
Jangan kalian”

“Ini kelam ..
Benar² gelap
Seperti mengambil sepertiga bagian hidup
Semoga kalian bisa memetik pelajaran dari apa yang terjadi
Jangan takut menikah..
Ga ada yg salah sama pernikahan,aku hanya sedang tidak beruntung dipertemukan dengan manusia sepertinya..”

“Dan jika dia baca ini
Semoga ini mewakili rasa sakit yang sudah kamu beri..
Terima kasih..
Terima kasih banyak sudah mengajarkan sabar yang tiada ujung sekaligus menempatkanku di jurang terdalam yang bahkan tak tersentuh cahaya sedikitpun
Semoga kamu bahagia”.

Kisah lengkap dari Naima Maheswari tersebut, bisa dibaca selengkapnya di sini:

(acf/hel)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close