Kesehatan

DBD Ancam Kabupaten Jombang, 8 Orang Positif Terjangkit

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang menangani 8 pasien Demam Berdarah Dengue (DBD). 

Pasien yang sudah dinyatakan positif demam berdarah ini, kebanyakan diderita oleh anak-anak.

Salah satu pasien yang ditangani ini adalah Bagus, seorang pelajar kelas 5 SD di Kecamatan Sumobito. 

Bocah berumur 9 tahun itu mulai dirawat di rumah sakit plat merah milik Pemkab Jombang sejak Selas (21/1) kemarin.

Sebelum dirujuk ke RSUD Jombang, Bagus sempat dirawat di Puskesmas Sumobito. 

Karena kondisinya yang dinilai cukup serius, lantas dirujuk ke rumah sakit. 

“Panas tinggi itu sejak Jumat kemarin. Ini selasa kemarin kita bawa ke rumah sakit,” terang orang tua Bagus, Yuyun (40) saat diwawancarai di ruang Seruni RSUD Jombang, Rabu (22/1) siang.

Dijelaskan Yuyun, awalnya anaknya tersebut mengaku merasa mual dan nyeri pada badan serta sakit kepala. 

Tubuh Bagus juga mengalami demam dengan panas yang tinggi. 

Saat dirawat di Puskesmas Sumobito itu, baru diketahui kalau anaknya terkena demam berdarah.

“Saat ini ya kondisinya sudah lumayan membaik. Panasnya sudah mulai turun,” ujarnya.

RSUD Jombang hingga bulan Januari ini sudah menangani 8 pasien demam berdarah. 

Sebanyak 7 pasien merupakan anak-anak, dan 1 pasien berumur dewasa. 

Dari 7 pasien itu, 1 pasien di ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) karena kondisinya masih cukup gawat.

Sedangkan, 3 pasien masih dalam Ruang HCU (High Care Unit) dan 3 pasien lagi sudah berada di ruangan karena kondisinya sudah stabil. 

Satu pasien dewasa sudah pulang karena sudah sehat.

“Alhamdulillah, sampai dengan sekarang tidak ada kasus DBD yang meninggal. Kita berharap, mudah-mudahan sampai ke depan tidak ada yang meninggal,” kata Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran.

Dikatakan Pudji, penanganan pasien demam berdarah di RSUD Jombang kali ini mengalami peningkatan. 

Yang biasanya hanya menangani 1-3 pasien, di musim penghujan ini pihaknya sudah menangani hingga 8 pasien demam berdarah.

“Seperti kita ketahui, saat ini kita memasuki musim penghujan dengan intensitas tinggi tapi tidak kontinyu. Ini justru mempercepat perkembangan biakan nyamuk aedes aegypti yang jadi faktor kasus DBD. Terbukti, bahwa kunjungan di rumah sakit jombang ada peningkatan pasien,” pungkasnya.(*)     (ar/ery)

 

 

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close