Peristiwa

Seorang Janda Ditemukan Meninggal di Sungai Bebekan

Seorang wanita paruh baya, bernama Sudarmi Anggraeni warga Jalan Kelapa Sawit, RT 10 RW 03, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Rabu pagi 07.15 wib (23/1/2020) bernasib nahas.

Pasalnya ia ditemukan di dasar Sungai Bebekan yang ada di kawasan Jalan Kelapa Sawit, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang dalam kondisi tak bernyawa.

Dari informasi yang diperoleh, jika korban yang diketahui telah berstatus janda, terjatuh saat tengah asik duduk mencari angin segar di pinggiran sungai. Jasad korban pertama kalau diketahui warga sekitar sungai bernama Aromnia. Saat itu ketika ia akan berangkat sekolah, ia melihat kesungai dan mendapati sesosok jasad wanita yang terlihat sudah tak bergerak.

Ia kemudian segera memberitahukan hal tersebut kepada sang ayah. Ayahnya pun kemudian segera melaporkan kejadian itu kepada Ketua RT 10, yakni M Alan Hadi.

Dari situ kemudian diketahui jika jasad tersebut merupakan jasad Sudarmi. M Alan Hadi mengatakan, sebelumnya sekitar pukul 07.00 wib sudah sempat melihat jika korban duduk di sekitar pinggiran sungai dekat lokasi korban jatuh.

Saat itu, ia pun sebenarnya ingin mengingatkan korban agar tidak duduk terlalu ke pinggir karena rawan untuk korban terjatuh. Namun karena segan, ia pun kemudian berlalu pergi meninggalkan korban dan urung untuk menegurnya.

Sementara itu, menurut keterangan Kapolsek Sukun, AKP Suyoto melalui laporannya yang dikirim kepada kami, membenarkan adanya kejadian tersebut. Diduga saat duduk di lokasi tersebut, penyakit pusing yang diderita korban tengah kambuh.

Sehingga saat kambuh, korban diduga tak bisa menjaga keseimbangan langsung terjatuh ke dasar sungai yang dalam kondisi cukup kering.

“Hal itu dikuatkan dengan keterangan anak kandung korban yang pertama, jika sudah selama satu minggu, korban mengalami pusing dan demam yang tak kunjung sembuh,” bebernya.

Saat dievakuasi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan. Kuat dugaan korban memang murni terjatuh. Saat dibawa ke RSSA, keluarga korban juga menolak untuk adanya tindakan otopsi dan menerima hal tersebut sebagai sebuah musibah.

(as/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close