Kesehatan

Gubernur Jateng Punya Terobosan Luar Biasa untuk Diterapkan BPJS Kesehatan

Berbagai kiat menyehatkan BPJS Kesehatan dengan menaikan tarif seluruh kelas, seyogyanya diikuti dengan percepatan dan kemudahan dalam melayani peserta.

Bagian yang kerap membuat peserta tak nyaman dalam pelayanan BPJS Kesehatan adalah adanya rujukan dari fasilitas kesehatan (faskes) untuk bisa berobat atau dilayani Rumah Sakit.

Hal ini juga yang ditangkap oleh Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah (Jateng) yang mengusulkan sistem rujukan dihapus saja dalam BPJS Kesehatan.

Karena menurutnya, yang perlu dipegang dalam pelayanan kesehatan adalah kecepatan dan kemudahan.

“Rujukan itu membosankan. Sistem rujukannya mesti diubah. Yang begini-begini ini akan memotong rantai-rantai birokrasi dan penanganan kesehatan bisa cepat,” ucap Ganjar seperti dikutip liputan6.com, Selasa (21/1/2020) kemarin.

Usulan Ganjar tak sekadar usulan. Dirinya juga mengatakan telah berkonsultasi dengan BPJS untuk merealisasikan hal tersebut.

“Sudah dan sekarang rumah sakit lagi mencoba suatu sistem yang terintegrasi,” ujarnya.

Untuk memantapkan usulan itu, Ganjar pun mencoba menjaring pendapat masyarakat melalui akun Twiter pribadinya yaitu @ganjarpranowo.

“Kamu punya usulan cara buat rujukan RS yg gampang?” cuitnya, Rabu (22/1/2020) kepada warganet.

Dalam hitungan jam, pertanyaan Ganjar melalui akun Twitter telah disukai sebanyak 3,1 ribu, dicuit ulang 763 dan dikomentari 550 suara.

@Tmusyadad, misalnya menjawab Ganjar dengan sikapnya yang setuju bila rujukan BPJS dihapuskan.

“Saya setuju…HEALTH FOR ALL. Rujukan BPJS menjadikan diskrepansi pelayanan. Memang tdk mudah membangun sistem yg baik supaya layanan kesehatan ini bisa “prompt”, krn terkait pendataan, kapasitas layanan, dll.  Tapi saya yakin Ndoro bs memulainya,” cuitnya.

Akun @redymyname juga menyampaikan hak senada.

“Setuju Pak @ganjarpranowo. Karena orang sakit perlu penanganan yg lebih cepat Bukan Administrasi Proses yg Rumit. ini Tidak akan membuat ₨ Kebanjiran Pasien dikarenakan Masyarakat Pasti Paham Mana Sakit yg butuh penangan Cepat & Lengkap dan penanganan Puskesmas,” cuitnya atas sistem rujukan BPJS Kesehatan selama ini.

Di sisi lain warga lainnya tak sepakat bila sistem rujukan BPJS Kesehatan dihapus.

Dikarenakan pelayanan kesehatan memang harus berjenjang dan disetiap wilayah kecamatan pun telah berdiri puskesmas sebagai faskes pertama BPJS Kesehatan, atau klinik.

“Ttep brjenjang lah pak boss, tp klo bs pasien2 yg hrus kontrol lg di RS kelas A ato B jika masa rujukannya udah hbis  gak perlu lah dtg lg ke faskes pratama kasianlah dibuat otomatis gt lho ato dibuat online utk perbarui rujukannya jd lebih m’efektifkn antre swun,” cuit @prabowo_89.

Senada @KiyatnoB menyampaikan pola BPJS Kesehatan sampai saat ini sudah benar menerapkan sistem rujukan melalui faskes tingkat satu.

“Pola BPJS sudah benar Pak, poblemnya di tata kelola RS, dan SDM yg handle di layanan. Harus lebih mudah dan flexible dlm melayani plus service excelence buat semua pelanggan RS. Jg didorong oleh verifikasi BPJS yg cepat, akurat shg pembayaran ke RS Lancar,” ujarnya.

Tapi ada juga warganet yang memberikan solusi lainnya sebelum sistem rujukan BPJS Kesehatan dihapus atau tidaknya.

“Direksi BPJS nya diberesin dulu, siapa tau mirip2 asuransi plat merah lainnya kelakuannya,” cuit @sotokudus.
(dn/ery)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close