Pemerintahan

Datang Mau Ngurus KTP-el di Tulungagung, Malah Tak Dapat Nomor Antrean

Program pemerintah yang akan terus memangkas waktu pelayanan rupanya belum bisa dilaksanakan saat mengurus identitas diri berupa kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). Antrean panjang warga mengurus KTP-el ini menjadi sebuah pemandangan di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tulungagung, Rabu (22/01).

Antrean panjang ini sebenarnya sering terjadi. Namun saking banyaknya warga yang datang, meski jam kerja masih menunjukkan pukul 08.00 WIB lebih sedikit atau belum pukul 09.00 WIB, antrean dinyatakan tutup.

“Saya diminta kembali besok. Jam kerja masih tapi ternyata saya harus antre sejak pagi,” kata Lukman, warga yang kecewa karena dirinya tidak mendapatkan nomor antrean.

Lukman tidak sendiri. Puluhan orang yang datang siang juga harus balik kanan karena tidak mendapat nomor antrean untuk menukarkan surat keterangan (suket) ke KTP-el.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Justin Taufik menerangkan bahwa antrenya warga disebabkan pasokan blangko KTP el dari pemerintah pusat ke Pemerintah Kabupaten Tulungagung masih minim dan terbatas. Akibatnya, dari sekitar 50 ribu pemegang surat keterangan, yang sudah melakukan perekaman harus antre untuk mendapatkan KTP el sudah lama mereka tunggu, bahkan hingga habis masa aktif suket-nya.

“Kami buka pelayanan seperti biasa. Namun karena yang antre dengan keterbatasan jumlah cetak tidak seimbang, maka kami harus membatasi, lagi pula alat cetak yang kami miliki terkadang ada kendala atau error,” katanya.

Jumlah warga yang dilayani Disdukcapil Tulungagung sesuai penerimaan sebenarnya. Hanya  300 blanko per hari. Namun menurut Justin, pihaknya sering melayani hingga 800 blanko.

Hari berikutnya Disdukcapil Tulungagung kembali membuka antrean bagi masyarakat yang belum terlayani. Artinya, masyarakat yang belum berkesempatan mendapatkan blangko pada hari ini bisa mengantre kembali pada esok hari.

“Kami sudah siarkan di radio. Ini juga tidak akan mencukupi kebutuhan keseluruhan. Jadi, kami minta kesepakatan jika yang antre dulu kami layani dan jika belakangan (siang) harus kembali besok,” terangnya.

Justin memberikan jumlah data perekaman KTP-el per 21 Januari 2020 ini untuk  perekaman sebanyak 87 pemohon. Sedangkan pencetakan KTP elektronik sebanyak 956 dan untuk status PRR atau print ready record sebanyak  13.528. Sedangkan yang berstatus  save for enrollmen (SFE) sebanyak 388 dan untuk sisa surat keterangan (suket) yang belum ditukar menjadi KTP sebanyak 47.269. Namun sisa blanko yang tersedia hanya tunggal 8.221.

“Coba bisa dibayangkan, bagaimana kami membuat pelayanan cepat, sementara blanko yang ada sering habis dan terlambat. Padahal, setiap hari kami lakukan evaluasi,” ungkapnya.

Meski KTP-el mengalami kendala, Justin mengatakan untuk surat lain seperti kartu keluarga dan akta tidak mengalami kendala dan dipastikan jika data sudah benar dapat cetak dalam waktu satu hari saja. (ab/hel)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close