Hukum dan Kriminalitas

Peredaran Narkoba di Lapas Tulungagung Sulit Dikontrol

Minimnya kamera CCTV di Lapas Tulungagung membuat pengendalian peredaran narkoba sulit dikendalikan. Pelaku peredaran gelap narkoba memanfaatkan celah itu untuk melakukan pelemparan narkoba dari luar ke dalam Lapas. “Yang sulit terdeteksi itu, yang modus pelemparan ini,” kata Kalapas Tulungagung, Tunggul Buwono, Rabu (22/1/20).

Saat ini pihak Lapas memiliki 16 CCTV yang dipasang di tempat yang dianggap rawan, termasuk dalam dan luar Lapas. Namun demikian, jumlah tersebut dianggap masih belum maksimal. Pihaknya akan berupaya menambah jumlah CCTV, dengan prioritas mengawasi luar Lapas yang rawan pelemparan narkoba. “Kami upayakan. Karena CCTV ini membantu pengawasan kami,” katanya

Tunggul sengaja memprioritaskan pemasangan CCTV yang menyorot luar lapas, karena sesuai koordinasi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung untuk mengawasi jaringan narkoba yang sering kali melakukan pelemparan sabu atau pil dobel L. Bahkan, BNNK sempat menemukan tujuh narapidana masih positif sabu.

Adanya penambahan kamera CCTV nantinya akan bisa membantu untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba. Paling rawan ialah tembok sebelah utara lapas yang berbatasan langsung dengan jalan. “Kami juga menekankan pada petugas jaga, untuk meningkatkan pengamanannya. Termasuk sebelum ganti shift regu jaga, juga melakukan penyisiran. Sehingga, tidak ada paket barang gelap yang lolos dari pengawasan kami,” jelasnya.

Kamera CCTV ini nantinya akan bisa merekam dengan jelas wajah ataupun nopol kendaraan pelaku pelemparan.

Sekedar diketahui, 70 persen penghuni Lapas Klas IIB Tulungagung merupakan warga binaan dengan kasus narkotika. Namun demikian, kondisi ini hampir dialami Lapas di Kabupaten/Kota lainnya. “Kebetulan sini bukan lapas narkotika. Sehingga belum ada layanan rehabilitasi. Jikapun ada warga binaan yang mau, kami bisa menindaklanjuti dengan koordinasi dengan BNNK dulu untuk teknisnya,” tandasnya.
(jok/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: