Pemerintahan

Tim Kotaku tanpa Kumuh Kota Blitar Gelar Serifikasi, Berikut Visi Utamanya

Tim Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kota Blitar bersama Dinas Perumahan Rakyat Kota Blitar gelar sertifikasi dan serah terima pekerjaan Bantuan Pemerintah Untuk Masyarakat (BPM) Tahun Anggaran 2019 Program KOTAKU di Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar, Rabu (22/1/2020).

Kegiatan ini dibuka oleh Lurah Sentul Didik Setiawan.

Turut hadir dalam kesempatan ini Tim Satker PKPBM Kota Blitar, Ketua Askot Mandiri Kota Blitar Dedit Agung Dwi P, Dinas Perumahan Rakyat Kota Blitar dan Dinas PU dan Penataan Ruang Kota  Blitar.

“Sertifikasi menjadi tolok ukur volume pekerjaan yang dilakukan KSM sesuai dengan perencanaan secara kuantitas dan kualitas. Secara kuantitas, berarti jenis pekerjaan memenuhi perencanaan dalam proposal. Secara kualitas berarti setiap jenis pekerjaan harus sesuai dengan spefikisasi yang direncanakan. Dan serah terima BPM 2019 DI Kelurahan Sentul adalah wujud selesai nya pekerjaan 100% dengan Dana BPM 2019 (Bantuan Pemerintah untuk masyarakat) sebesar Rp 2 Milyar,” kata Ketua Askot Mandiri Kota Blitar, Dedit Agung Dwi P.

Lurah Sentul Didik Setiawan, mengatakan Kelurahan Sentul merupakan daerah industry dan pariwisata terpenting di Kota Blitar.

Kehadiran program KOTAKU di tahun anggaran 2019 kemarin menurut dia sangat bermanfaat dalam mendorong terciptanya lingkungan yang sehat, rapi, indah dan bebas dari kumuh. Pembangunan tersebut meliputi pembangunan saluran air dan pavingisasi.

“Daerah kami ini cukup luas, dan tentunya Program KOTAKU ini berhasil memberikan manfaat untuk daerah kami. Program KOTAKU di tahun 2019 fokus di sekitaran Makam  Bung Karno dan berkat KOTAKU Daerah kami menjadi rapi dan indah. Semisal apabila hujan, air tidak sampai meluber ke jalanan. Seperti paving ini selain bisa memberikan keindahan juga memberikan penyerapan air,” paparnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, program KOTAKU yang sangat bagus ini kedepan masih dibutuhkan oleh Kelurahan Sentul yang merupakan penyangga industry dan pariwisata Kota Blitar dimana di Sentul ini terdapat makam Presiden Pertama RI Ir Soekarno (Bung Karno).

“Dengan program KOTAKU ini diharapkan kenyamanan-kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan dapat terwujud. Dengan tata lingkungan yang nyaman maka wisatawan akan betah berlama-lama di Kota Blitar,” tegasnya.

Sementara itu Koordinator BKM Sinta Kelurahan Sentul, Sukarji menyampaikan di tahun 2019 kemarin Kelurahan Sentul mendapat dana program KOTAKU senilai Rp 2 Miliar, jumlah ini paling banyak diantara daerah-daeran lain di Kota Blitar.

“Pembangunan tahun kemarin cukup banyak. Difokuskan untuk RW 04 di RT 03, sementara di RW 05 untuk RT 1,2,3 dan 4. Dearah-daerah itu bukan daerah kumuh, tapi merupakan daerah yang masuk kawasan wisata Makam Bung Karno,” jelas dia.

Dengan selesainya pengerjaan proyek dari program KOTAKU ini dia berpesan kepada masyarakat dan Pemerintah Kelurahan.

”Kami minta kepada masyarakat dan pihak kelurahan untuk melakukan yang baik-baik terhadap bangunan ini. Bangunan ini agar dijaga, dirawat ager bangunanya awet, rapi dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyakat,” pesan Sukarji.

Joko Pratomo selaku tim Pemkot Blitar yang ikut mendampingi Program Kotaku berharap program Kotaku di Kota Blitar ini dapat terus dilanjutkan.

Program Kotaku dirasa masih dibutuhkan untuk mengatasi kekumuhan di beberapa wilayah Kota Blitar.

Namun demikian Joko menegaskan, untuk Kota Blitar ini kekumuhan yang terjadi masih berada di taraf kumuh ringan.

“Kita di Kota Blitar masih memerlukan program Kotaku. Kami telah melaksanakan pendataan titik-titik kumuh di Kota Blitar. Untuk kawasan yang membutuhkan program Kotaku nanti akan kita usulkan. Untuk Kota Blitar masuk kategori Kumuh Ringan,” pungkasnya.(*)
(ar/ery)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close