Pemerintahan

Genjot Pelaksanaan Wisata Halal, Pemkot Malang Dorong Sertifikat Halal bagi UMKM

Wisata Halal masih menjadi salah satu program yang didorong untuk menarik wisatawan masuk Kota Malang. Saat ini, perusahaan besar yang bergerak dalam bidang perhotelan hingga restoran dan rumah makan pun terus didorong untuk memiliki sertifikat halal.

Selain itu, sederet fasilitas umum juga terus digarap untuk kenyamanan wisatawan.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menyampaikan, tahun 2019 ada sekitar 15 perusahaan baru yang mengajukan diri untuk mendapat sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun masih ada beberapa yang belum dikeluarkan sertifikatnya. Sehingga, tahun ini akan kembali dikomunikasikan untuk mengetahui lebih detail kekurangannya.

“Dan tahun ini ada sekitar 15 perusahaan baru lain yang mengajukan untuk dapat sertifikat halal,” katanya pada kami.

Perempuan yang akrab disapa Dayu itu menyampaikan, selain perusahaan besar, UMKM dan IKM di Kota Malang juga didorong untuk memiliki sertifikat halal atas setiap usaha yang dijalankan. Termasuk penginapan hingga rumah makan sederhana. Dalam hal ini, dinas terkait yang mengelola UMKM dan IKM sudah melakukan koordinasi bersama.

Selain itu, lima perguruan tinggi di Kota Malang yang memiliki halal center sejauh ini juga terus melakukan kerjasama. Pendataan dan kelengkapan untuk mendapatkan sertifikat halal terus dikomunikasikan dengan stakeholder terkait.

“Dan sejauh ini pengusaha malah yang berkeinginan untuk memperoleh sertifikat halal,” imbuh perempuan berambut panjang itu.

Karena sertifikat halal yang melekat pada program wisata halal itu menurutnya tak hanya berkaitan dengan syariat saja. Melainkan juga komitmen untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan melalui kualitas layanan yang diberikan. Mulai dari kualitas kebersihan hingga sederet fasilitas untuk kenyamanan dan keamanan wisatawan.

Sementara berkaitan dengan seberapa besar pengaruh konsep wisata halal terhadap jumlah wisatawan yang masuk ke Kota Malang, Dayu menyampaikan jika saat ini kajian terkait hal itu masih dilakukan. Melalui kajian itu, indeks wisatawan muslim maupun wisatawan secara global diharapkan dapat diketahui secara mendetail.

“Rencananya 2020 ini memang dilakukan kajian berkaitan dengan indeks muslim travel,” terang Dayu. (pa/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close